Pov dalari Setelah menyampaikan maksud dan tujuanku, ketika menemui Fatimah. aku langsung berpamitan untuk segera pulang. tak lupa, Mengucapkan terima kasih kepada mereka yang berada di situ. Aku kembali melewati jalan yang dekat sekolah, sedangkan mereka berlima melanjutkan perjalanannya. karena mereka berlima searah. Aku menyusuri jalan Gang, yang tidak melewati rumah warga. karena melihat pakaianku yang sangat kotor, aku malu ketika harus bertemu orang. aku lebih memilih Jalan Setapak yang lewat kebun. Sesampainya di pondok. aku segera memasuki kamar, Terlihat Kang Arif yang sedang menghafal kitab. "Habis sekolah, apa pulang mencangkul? tanya Kang Arif meledekku, setelah melihat pakaianku yang sangat kotor. "Hehehe. tadi jatuh kang, Licin." alasanku yang tidak masuk akal. ti

