pangeran

1220 Words

Pov fatimah Hari ini entah ada angin apa, tiba-tiba dalari minta bantuanku. rasanya sangat bahagia yang tidak dapat dilukiskan, bisa bercengkrama lagi dengannya, walaupun hanya sebentar. "Kenapa kamu, kok. senyum senyum seperti itu?" sapa ismi ketika melihatku memasuki kelas. "Nggak apa-apa! pengen tahu aja!" ujarku sambil mencubit gemas hidung isni. "Cerita dong, kalau punya kebahagiaan itu, biar kami juga ikut merasakan!" pinta isni sambil mengucek-ngucek hidungnya, yang bekas Aku cubit. "Tahu, nggak? barusan. aku ngobrol sama dalari!" jelasku penuh bunga-bunga menghiasi bibirku. "Halah! Kirain kenapa? baru ketemu tukang bersih-bersih saja. Sudah kayak bertemu pangeran dari Andalusia. sampai segitu bahagianya" cibir Isni yang merasa kesal, setelah mendengar penjelasan ku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD