Pov Fatimah "Kalau berani, jangan main keroyok!" ujar Arfan sambil menatap dalari "Siapa yang main keroyok? Melawanmu tidak butuh orang banyak!" jawab dalari yang masih melipatkan kedua tangannya. "Yang b4nci itu kamu, beraninya main keroyok!" ucap Arfan sambil tersenyum sinis. Dalari tidak menjawab, Dia hanya menggerakkan tangannya, memberikan isyarat, agar kedua sahabatnya sedikit menjauh darimya. Heru dan Nawir yang mengerti maksudnya, mereka mundur beberapa langkah, membiarkan dalari dan Arfan berhadapan. "Kalian berdua. jangan membantuku!" Pinta Dalari sambil memalingkan pandangan ke arah mereka. Bugh!! Ketika Dalari lengah, Arfan dengan cepat mendaratkan satu tinjuan ke arah dadanya. sehingga membuat dalari terhuyung ke belakang, melihat dalari seperti itu, Arfan menyus

