kerjaan baru

1147 Words
Pov dalari. "Ah parah kamu mah dal, ada wanita cantik diem diem wae" ujar bang fahmi yang berjalan di sampingku. "Lahhhh.... aku mau beli kitab bang, mana tau disitu ada cewek cantik" kataku sambil terus berjalan. Kitapun sampe ditempat jualan bakso, lalu memasannya sambil duduk di bangku panjang. "Kayanya abang kenal betul sama fatimah" tanyaku heran. "Kenal lah semua cowok disekolah kenal dia, walau dia baru masuk tapi semuanya berlomba lomba mendekatinya" jawab bang fahmi "Terus tadi kok abang keliatan kaget, emang gak tau kalau fatimah anaknya yang punya toko" tanyaku lagi. "Engga taulah, kalau aku tau tadi pasti ikut sama kamu, lagian biasanya kalau beli kitab biasanya di layanin oleh pak sukma atau istrinya, anaknya belum pernah keluar" ujar bang fahmi. "Oh begitu berati aku sepesial dong bisa dilayanin olehnya" ucapku sambil terkehkeh "Belum tentu, mungkin dia udah punya firasat bahwa aku akan datang, jadi dia keluar" bela bang fahmi sambil ketawa. Tak lama berselang bakso pesanan datang, kitapun menghentikan obrolan untuk fokus menikmati bakso. Sehabis membayar bakso aku dan bang fahmi bergegas pulang kepondok takut ketingalan pengajian asyar. ****** Sebulan habis kejadian itu aku dapat pesan dari kang andri bahwa aku dipanggil pak chandra untuk datang kerumahnya. Sehabis pengajian asyar aku bergegas menuju kerumahnya yang tidak jauh dari pondok Seseat kemuadian aku sudah berdiri tegak didepan pintu rumah pak chandra. Tok Tok Tok Pintu aku ketuk sambil mengucapakan salam Tak selang berapa lama pintu pun terbuka lalu pak chadra mempersilahkanku masuk dan menyuruh duduk dikursi. "Udah makan belum " tanyanya mengawali pembicaraaan. "Udah pak tadi sebelum asyar aku makan" jawabku jujur. "Kalau belum, makan dulu sana" perintahnya mengulangnya. "Udah pak beneran, oh iya ada apa pak memangilku kesini" tanyaku heran tak seperti biasanya pak chandra memangilku. "Gini dal bapak memanggilmu kesini, bapak lihat kamu sangat rajin, setelah dipikir pikir kenapa kamu gak kerja aja disekolah, soalnya sekolah butuh tukang bersih bersih" jelas pak chandra. "Bersih bersih? Tugasnya apa saja pak" tanyaku heran. "Iya bersih bersih mulai dari nyapu, ngepel, kalau rumputnuya udah tinggi, motong rumput, gimana mau gak" tanya pak chandra. Aku cuma nunduk termenung bingng mau jawab apa. "Tenang aja, pekerjaan ini gak gangu ngaji kamu kok, nyapu, ngepel bisa sehabis ngaji subuh lagian ngepelnya cuma teras sama ruang guru doang setengah jam aja pasti udah beres, kalau motong rumput kan gak setiap hari, nunggu rumputnya rimbun baru dipotong" jelasnya seolah menjawab kehawatiranku. "Mulai kapan saya bekerja" tanyaku menatapnya. "Terserah mulai besok juga tidak apa apa, kalau sehabis kerja kamu makan dulu kesini" jelasnya. "Jadi saya dapat makan juga pak" jawabku antusias. "Iya dapat, tapi lauknya seadanya" ujar pak chadra "Kalau boleh tau, mana saja yang harus dikerjaakan biar besok tidak bertanya lagi" tanyaku sambil menatap pak chadra. "Ayo kita liat sekolahnya biar kamu tidak penasaran" ujar pak chandra sambil beranjak pergi dari tempat duduknya. Aku mengikuti pak chandra yang berjalan menuju sebuah bangun yang tak jauh dari rumahnya. Setibanya disana terlhat bangunan panjang saling berhadapan, ditengah terlihat lapang dengan satu tiang. "Nah ini sekolahnya, tugas kamu cuma memberesihkan teras, dan menyapu halamanya, terserabh kapan kamu mau memberisihkanya asal sebelum jam delapan udah beres, karena anak sekolah mulai pelajaran jam 08:15 " ujar pak chandra menjeleskan. Setelah dirasa semua beres aku pun undur diri pamitan untuk kembali kepondok, dan berjanji esoknya akan datang lagi. Kesokankan paginya, Setelah beres acara pengajian subuh aku bergegas menuju sekolah, Sesampainya disekolah aku mengambil sapu lalu menyapu semua lantai dari kantor sampe lorong kelas, selesai menyapu aku ambil tongkat pel lalu membasahinya dengan air, kemudian diperas hingga tak menetes lagi, lalu kusemprotkan pewangi lantai, terus mengelapn satu persatu keramik tidak ada yang terlewat. Selesai pekerjaan itu, baru aku menyapu halaman, berutung tidak ada pohon di halaman sekolah jadi tidak terlalu sulit untuk memberesihkanya. Pukul 07:00 semuanya udah selesai, langsung pergi kerumah pak chandra untuk sarapan, setelah mengucapkan salam pak chandar pun keluar. "Bagaimana semua sudah selsai" ujarnya sambil senyum. "Sudah pak, makanya saya kesini mau laporan" jawabku sambil menunduk. "Oh syukurlah kalau begitu terima kasih, ayo makan dulu sana" tawarya sambil menyuruhku masuk. Terlihat dimeja makan udah ada nasi goreng, pak chandra pun duduk melanjutkan makannya. "Nasinya di wajan ambil sendiri aja" ujar pak chandar Akupun mengikuti perintahnya lalu mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng, Setelah dirasa cukup aku membawa makananku kebelakang rumah, karena ini udah jadi kebiasanku sama kang andri kalau makan di rumah pak chandra. "Makan disini aja, temenin bapak" tawar pak chandra. "Diluar aja pak aku masih kegerahan" ujarku sambil menuju kepintu dapur Setelah beres makan aku merapihkan piring kotor lalu mencucinya, sebelum kembali lagi kepondok. ***** Pukul 20:00 setiap malam minggu seperti biasa para santri berkumpul sambil menikmati kopi di lorong pondok untuk belajar diskusi. "Kalau pelet itu hukumnya seperti apa" celoteh seorang santri membuka masalah. "Emang pelet itu apa" tanya bang fahmi. "Pelet, mendoakan orang supaya mencitai kita" ujar kang adnan. "Kirain pelet pakan ikan" ledek bang fahmi. "Biar gak rancu mana pelet pengasihan mana pelet pakan gimana kalau yang di bahas adalah pengasihanya" saran kang adnan "Iya hukum pengasihan itu gimana" tanya kang agung. "Sebenernya bisa dilihat dari bentuk pengasihannya itu sendiri, kalau ada benda yang di pakai seperti jimat itu tidak boleh karna itu syirik, kalau cuma lapal lapal atau mantra mungkin boleh selama itu tidak keluar dari syariat" ujar bang fahmi, "Berarti memiliki jimat itu haram yah" tanya kang agung. "Belum tentu juga, tergantung sipemiliknya dia memiliki jimat tujuannya apa, kalau cuma sekedar koleksi tidak ada maksud maksud tertentu itu boleh, dengan catatan keimananya sudah kuat, yah kalau keimanaya masih labil jangan coba coba, karena kehati hatian itu lebih utama dari pada sembrono" ujar kang adnan "Bener jangankan jimat harta aja yang sipat mubah dimiliki bisa jadi haram kalau seseorang menggap harta itu sebagai tuhan" tambah kang andri. "kok bisa jadi tuhan itu gimana ceritanya" tanya alfian. "Bisa kalau seseorang mementikan hartanya dari pada Tuhannya, contoh seseorang bekerja sangat rajin sampai dia tidak sholat, tidak puasa, dan tidak melaksanakan perintah perintah Allah yang lainya" jawab kang andri. "Balik lagi kepokok permasalahan, kalau pengasihan pake do'a yang boleh itu seperti apa" tanya kang agung. "Ya berdo'a kan boleh boleh saja bahkan hukumnya wajib dalilnya jelas hadistnya juga banyak. yang jadi permasalahan adalah isi do'anya dan orang yang berdo'a, kalau orang berdoa'a tujuanya untuk mendoakan yang jelek maka jelas doa itu haram, bahkan bisa jadi doa doa jelek keorang bisa balik kedirinya sendri, Terus hukumnya gimana tentang mendoakan supaya hati seseorang supaya suka sama kita, ini juga sama tergantung niatnya orang yang berdoa, kalau tujuanya buat membahagiakan contoh membahagiakan dia udah mapan terus berdoa supaya si Anu bisa jadi jodohnya, itu syah syah saja karena tujuanya baik, berbada ketika dia berdoa supaya dia suka untuk mendapatkan hartanya, menyakitinya, atau hal yang jelek yang merugiakan si Anu tersebut Wallahu 'alam" ujar kang agus menengahi. Semakin malam semakin seru juga pembahasanya bahkan bukan hanya sekedar ilmu agama, politik, ekonomi, bahkan teori konsfirasi kami bahas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD