12

1235 Words

Dengan atasan kemeja berwarna biru terang yang bagian lengannya digulung sampai siku dan bawahan jeans hitam yang membalut kaki panjangnya, Bintang berdiri penuh percaya diri menatap refleksi dirinya sambil menata rambutnya yang sengaja ia beri sedikit jel supaya lebih naik. Bibirnya tersenyum. Salah besar memang kalau selama ini ia hanya menganggap dirinya tampan. Karena kenyataannya, saat dilihat-lihat sekarang dan lebih jelas lagi, dirinya tidak hanya tampan saja. Tetapi juga karismatik. Bentuk alis yang sempurna, mata yang indah, bibir yang cipok-able, ditambah lagi senyum yang menawan. Kalau dipikir tidak ada kurangnya. Yang kurang cuma satu. Apa? Pacar-lah, Bintang. Pacar! “Iya, ya. Percuma sempurna juga kalau masih jomlo,” gumam Bintang pada dirinya sendiri. “Pokoknya hari ini, si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD