“Tumben jam segini kamu baru pulang?” sambut Aliya, ketika mendapati putra sulungnya yang baru saja tiba sekitar pukul tujuh malam. “Iya, Bun, tadi habis anter Leon dulu.” Biru menyahut sambil menyalimi punggung tangan bundanya. Namun langkah Biru yang hendak menaiki undakan anak tangga sesaat tertahan ketika Aliya bertanya, “Yang penting kamu nggak lupa minum obat, kan?” Sejenak Biru mengingat. Lalu mamaparkan cengiran penuh arti dari bawah tangga. “Kann,” duga Aliya yang tidak meleset. “Yaudah, sekarang kamu mandi. Nanti Bunda naik bawakan makanan buat kamu sebelum minum obat. Pokoknya awas aja kalau sampai kamu pergi lagi, terus lupa lagi. Bunda bakal bilang sama Leon dan temen-temen kamu supaya nggak boleh ajak kamu ke mana-mana. Mau?” “Terus aja, Bun, bikin malu Biru. Biarin aja

