15

1352 Words

Bintang berjalan lesu melewati koridor sekolahnya yang tampak masih sangat lengang dan sepi. Sebelum akhirnya ia berbelok masuk ke dalam kelasnya. Bruk! “Hoammm!” Sambil menguap, Bintang melempar tasnya yang langsung mendarat tepat di atas mejanya. Duduk, lalu meletakkan kepalanya di atas meja, dengan tas-nya sendiri yang ia jadikan sebagai bantalan untuk melanjutkan tidurnya lagi. Namun rasanya belum terlalu lama Bintang memejamkan mata, tiba-tiba suara riuh sudah mengusik telinganya. Mata Bintang terbuka perlahan. Samar-samar terlihat sudah ada begitu banyak orang di kelasnya yang mengisi kursi masing-masing. Tertawa-tawa, bercanda, beberapa ada pula yang tengah menyalin tugas. Untung saja dari jauh-jauh hari Bintang sudah meminta Oskar untuk mengerjakannya. Walau tidak yakin akan jaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD