16

1947 Words

Dengan mengendap-ngendap, Bintang berjalan sedikit berjinjit memasuki rumah nya. Tebakannya benar, sang Mama pulang dan saat ini terlihat sedang membaca majalah fashion di ruang televisi sambil menikmati roti selai kacang. Dan ialnya, untuk menuju tangga ke kamarnya, mau tidak mau Bintang harus melewati ruang televisi dulu. Semampu mungkin Bintang membuat derap langkahnya supaya tidak terdengar. “Hayo, kebiasaan kalau pulang nggak cium tangan.” Celetukan Naina seketika membuat Bintang mematung, lalu seketika merasa gagal dan terpaksa harus balik arah lagi di saat dirinya sudah mau mencapai anak tangga. Bintang mencium punggung tangan Naina. Namun tetap saja Naina masih mendumel, “Giliran lagi ada maunya aja baru, deh, cium tangan.” “Ada maunya gimana, sih, Ma? Tadi katanya Bintang su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD