BAB 8

1055 Words
Diana berlari di koridor kampus, mencari kelas yang tengah diikuti oleh Kiara. Banyak yang merasa heran dengan Diana mengapa terlihat terburu-buru, dan juga penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka berpikir jika Diana mungkin tengah mencari temannya, yang mereka tahu itu adalah Kiara, dan mereka berpikir apa Diana mencari Kiara karena sesuatu yang berhubungan dengan Tuan Xavier? Mereka tentu tahu jika Tuan Xavier menginginkan Kiara, bahkan kemarin sampai meminta asistennya untuk menemui Kiara agar Kiara ikut dengannya. Tapi ternyata Kiara menolak dan tidak peduli jika ada akibat setelah menolak Tuan CEO itu nantinya. “Apa Kiara akan diusir dari kampus ini, kudengar Tuan Xavier memiliki cukup banyak saham di kampus kita,” seru seseorang yang tahu jika Tuan Xavier menginginkan Kiara. “Kau benar, aih, aku sangat kesal, siapa dia sampai menolak Tuan Xavier, apa dia merasa cantik, cih menyebalkan!” “Ya kau benar, menjadi salah satu wanitanya itu membuat kita bisa ikut merasakan kekayaannya, ya walaupun terkadang ada yang dengan terpaksa, tapi itu lebih baik daripada kita akan menjadi orang yang paling sial, karena menolaknya, dan Kiara menolak begitu saja Tuan Xavier, aku yakin itu akan membuat Tuan Xavier marah! Mungkin saja, dia tidak akan bisa masuk ke negara ini lagi, kasihan sekali, ku dengar kuliahnya hanya tinggal beberapa bulan lagi,” ucapnya panjang lebar, membuat temannya mengangguk setuju. Menolak Xavier bagi mereka adalah hal yang menakutkan, karena mendapatkan neraka, Xavier akan membuat mereka tidak bisa mendapatkan apapun, salah satunya adalah pekerjaan yang akan sulit membuat mereka mendapatkan uang, atau bisa disebut di blacklist di semua perusahaan besar. Hidup tanpa pekerjaan tentu akan membuat mereka tidak memiliki uang, dimana uang adalah salah satu modal untuk mereka bisa bertahan hidup, dan bisa bekerja di perusahaan besar, itu adalah mimpi semua orang yang sudah berusaha dengan belajar dan mendapatkan gelar. Tapi karena ke egoisan Xavier, semua itu tidak ada artinya lagi, mereka yang tentu tahu Xavier cukup berkuasa di dunia bisnis harus bisa menyenangkannya. Hukum dan pemerintah pun seolah tidak bisa membuat Xavier terjatuh, karena uang bisa menguasai segalanya. “Kia … Kiara …!” panggil Diana ketika menemukan temannya itu yang kebetulan sudah selesai belajar. Kiara menatap Diana sekilas, dengan tangan yang sibuk merapikan buku di atas meja, yang dimasukkan ke dalam tasnya. “Kia, ini gawat, sangat gawat!” ucap Diana sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. “Ada apalagi, Di?” tanya Kiara yang merasa heran dengan Diana. “Tuan … Tuan Xavier, datang ke kampus dan menemui dekan, aku, aku khawatir kau akan dikeluarkan dari kampus, padahal kau akan segera menyusun skripsi,” ucap Diana panjang lebar dengan wajah khawatir. Seketika Kiara pun terdiam, ia menatap temannya itu yang takut terjadi sesuatu yang buruk padanya. Apa ini soal hukuman yang Connie katakan? Pikir Kiara. Kiara pun tersenyum dengan seringainya membuat Diana heran dibuatnya, mengapa temannya itu malah tersenyum, bahkan seolab Kiara sudah siap dan mungkin tahu apa yang akan Kiara perbuat untuk hal tersebut. “Kia, kamu tidak khawatir?” tanya Diana heran. “Tidak, jika aku tidak bisa sarjana di sini, tidak apa, tapi akan ada balasan untuknya,” seru Kiara. Meskipun itu membuatnya jengkel jika tidak bisa selesai kuliah di negara itu, namun Kiara juga tidak mau harus menerima undangan dari pria b******k seperti Xavier. Karena Kiara tahu, hidupnya akan lebih menderita lagi jika ia menerima menjadi b***k nafsunya Xavier. Pria yang hanya bisa menggunakan uang tanpa peduli perasaan orang lain. Pria yang hanya mementingkan dan memikirkan kebahagiaannya sendiri. Baginya, pria seperti itu memang tidak bisa dihargai, bahkan ditakuti, sebaliknya Kiara harus lebih berani. Harga dirinya di atas segalanya. “Tapi, kuliahmu?” “Di, aku lebih baik mati daripada jadi salah satu peliharaanya, hidupku tidak akan pernah bahagia.” Diana menatap Kiara dan lalu mengangkat kedua jempolnya, Kiara memang tidak akan berpikir dua kali jika itu mengenai harga diri. “Ah, aku kagum padamu. Kit berdoa saja, agar kampus tidak mendukung keinginan jeleknya,” seru Diana. “Jika kampus ni memberikan jalan untuk kemauannya, maka aku telah salah memilih kampus!” pekik Kiara dengan sorot mata yang tajam. Di sebuah ruangan di kampus, dimana Xavier tengah berbicara dengan Rektor kampus. Terlihat Rektor tersebut seolah tertekan dengan keberadaan Xavier, karena Xavier memiliki saham di kampus ini dengan jumlah yang cukup banyak. Xavier sudah mengatakan keinginannya, membuat sang Rektor bingung. Karena apa yang diinginkan Xavier adalah salah satu dari mahasiswa kampus, untuk dijadikannya asisten pribadi. “Asisten pribadi, Tuan? Tapi bukankah anda sudah memiliki Nona Connie?” “Connie akan tetap bekerja denganku, tapi hanya di perusahaan, dan aku ingin dia menjadi asisten pribadiku yang akan melayaniku di perusahaan dan di luar!” jelasnya dengan jengkel karena ia harus menjelaskan sendiri keinginannya kepada Rektor kampus. Rektor itu tertunduk takut, ia sadar jika Tuan CEO di hadapan sedang merasa kesal. Disisi lain, di perusahaan Xavier, Connie tampak kesal dengan apa yang dikatakan Xavier padanya, jika Connie akan menjadi asisten pribadinya hanya jika berada di perusahaan, dam tidak akan ikut kemanapun lagi. “Kiara, wanita menyebalkan itu, awas saja jika dia mau menjadi asisten Tuan Xavier!” geram Connie yang merasa kesempatannya untuk bisa memiliki Xavier seorang diri gagal, karena kemunculan Kiara. Kembali pada Xavier, yang kini sedang memberikan sebuah foto wanita yang dia inginkan pada sang Rektor, yang tidak lain adalah Kiara. “Ah, dia bukan dari negara ini, akan saya bantu panggilkan,” ucap Rektor tersebut karena memang tidak begitu mengenal Kiara, namun melihat foto Kiara ia tahu jika Kiara bukan asli dari negara itu. Rektor tersebut sudah meminta salah satu dosen untuk segera memanggil Kiara ke ruangannya. “Pasti dia senang jika bisa bekerja dengan anda, Tuan. Karena itu akan menjadi bekalnya untuk bisa bekerja di perusahaan besar,” seru sang Rektor membuat Xavier tersenyum miring. “Ya, aku yakin dia akan senang, aku harap dia tidak akan menolak ini!” seru Xavier dengan nada dinginya. Xavier merasa heran dan juga kesal karena demi mendapatkan Kiara ia bisa sampai berbuah seperti itu. Seolah ada yang terus menariknya untuk bisa mendapatkan Kiara, mencari tahu wanita seperti apa Kiara yang bahkan tidak tertarik sedikitpun padanya. Kiara yang selalu mengabaikannya, hingga membuat seorang Xavier selalu mengingat Kiara bahkan ketika ia sedang dengan wanita lain. Wanita seperti apa kau, Kiara? Apa kau lebih baik dari wanita lain, ch bagiku semua wanita sama saja. Setelah jual mahal, mereka akan menyerah setelah aku berikan uang yang banyak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD