bc

Hamil di Malam Pertama

book_age18+
39
FOLLOW
1K
READ
HE
single mother
sweet
mystery
like
intro-logo
Blurb

Maya, seorang wanita yang hidup dalam keadaan trauma, trauma untuk menjalani hubungan khusus dengan seorang pria. Luka yang ditinggalkan sang ayah kandung, menyisakan trauma yang tak berkesudahan dalam kehidupan sehari-harinya, terlebih mengingat kenangan pahit yang menimpanya dengan bundanya di kala sang ayah berselingkuh dan memilih meninggalkan mereka dalam keadaan yang sangat memprihatinkan karena mereka tak memiliki apa-apa untuk menopang kehidupan sehari-hari.

Saat umurnya mencapai kepala tiga, Ana mendesaknya untuk menikah, tetapi ditolaknya karena ia trauma dengan kejadian yang menimpa dirinya bersama bunda tercinta. Walau demikian, terbersit suatu keinginan untuk memiliki seorang anak tanpa ikatan pernikahan. Hingga ia merencanakan sesuatu yang sangat tidak bisa diterima dengan akal sehat. Dia menginginkan benih dari pria asing untuk bisa membuahi sel telurnya agar bisa memberinya keturunan.

chap-preview
Free preview
001 Pertemuan Pertama
‘Ahhh…ouhhhh, perih banget’ rintih Maya dalam hati menahan perih. Netra pekatnya sembab menahan ngeri, berusaha membekap mulutnya sendiri agar suara rintihannya tak terdengar oleh pria asing yang sedang menyetubuhinya. Iya… malam ini adalah malam pertama bagi Maya merasakan bagaimana indahnya dan perihnya apa yang biasa disebut kebanyakan orang sebagai ‘first night (malm pertama)’. Malam di mana Maya harus kehilangan mahkotanya yang berharga hanya dalam hitungan menit, walaupun harus dilakukannya dengan cara yang sangat terpaksa dan tidak semestinya. Ia tak tahu harus merintih karena perih atau harus mendengus karena nikmat. Malam ini, tanggal 11 Januari, malam ketujuh Maya mengunjungi night club ini. Maya merasa bahwa pria asing ini layak baginya untuk dia dapati benih s***manya. Setelah menimbang beberapa kali, dia memantapkan hatinya untuk mendekati pria tersebut, berlagak sebagai wanita penghibur yang biasa menghibur para lelaki hidung belang dan berusaha merayunya. Selama seminggu ini Maya mengamati pria asing tersebut selalu rutin mengunjungi night club ini, tetapi pria ini tak pernah tertarik untuk menyentuh lawan jenisnya yang berusaha mendekatinya. Dia tampan, putih, tinggi dan matanya sangat indah. Idaman bagi setiap wanita. Maya merasa pria ini cocok untuk dia dapati benih s***manya agar bisa memberinya keturunan. Gadis cantik yang berumur 30 tahun dan berkulit putih langsat serta memiliki mata indah ini sangat yakin kalau dirinya bisa hamil jika ada sel s**ma yang berhasil menembus rahimya, karena saat ini dia sedang berada dalam masa subur. Tentunya dia bisa hamil jika ada sel s***ma yang membuahi sel telurnya. “Hi, selamat malam, pak,” sapanya memberanikan diri walau hatinya ngeri dan was-was jikalau pria asing tersebut menolak sapaannya. Nyalinya hampir ciut, saat pria tersebut masih sempat menyelidikinya dari ujung rambut hingga ujung kakinya. “Hi, malam juga, cantik,” balas pria itu dingin dengan suara baritonnya. “Excuse me! Boleh kenalan, pak?” tanyanya masih berusaha mengumpulkan keberaniannya. “Ohh, of course, cantik. Saya Xander. Anda sendiri?” ujar pria itu sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengannya. Tangannya kekar, tetapi halus sekali. Pria itu menggunakan stelan bak anak muda yang lagi trend sekarang. ‘Pasti umurnya sekitar tiga puluhan,’ tebak Maya dalam hati. “Terima kasih banyak, pak Xander. Saya Nona. Senang berkenalan dengan anda,” jawabnya agak lega, karena ternyata pria asing ini tidak segarang yang dibayangkannya. Maya sengaja menyamar dengan menyebut namanya sebagai Nona. Mereka sempat berbasa-basi sambil meminum sebutir Vodka berukuran sedang yang memang sengaja dipesan oleh Maya sebelumnya. Setelah Xander cukup fly, Maya mengutarakan keinginannya untuk tidur bersama. Awalnya pria itu menanggapinya dengan dingin walau dia dalam keadaan fly tetapi dia masih sempat mendengar dengan jelas perkataan Maya, karena ini bukan hal barunya baginya. Selama seminggu ini, dia rutin mengunjungi night club ini di malam hari dan tentunya banyak wanita - wanita semacamnya yang berusaha mendapat perhatian dan menggodanya, namun tak satu pun digubrisnya. Tujuan utamanya mengunjungi night club ini hanya untuk sekedar minum dan membuang rasa sepi dari kesendiriannya di rumahnya. Setelah dirasa cukup mengantuk dan terhibur, pria ini akan pulang tanpa menyentuh satu wanita pun. Maya agak canggung dan merasa sedikit risi. Bagaimana tidak, ini adalah moment pertama baginya berani melalukan hal seperti ini. Dengan mengumpulkan sisa keberaniannya tanpa memikirkan resikonya, Maya akhirnya memutuskan untuk melangkah lebih jauh bersama pria asing di depannya ini. Karena penasaran dengan wanita di hadapannya, Xander pun bersedia. Kesepakatan pun terjadi. Mereka menyewa sebuah kamar yang memang sengaja disediakan oleh pemilik night club tersebut. Setelah berada didalam kamar, Xander agak terkejut dikala netranya menangkap gelagat Maya yang sangat canggung dan gemetar. Karena memang ini adalah kali pertama bagi Maya nekat melakukan hal ini didalam hidupnya. Xander dibuatnya bingung dan tak mengerti. “Nona, anda tidak apa-apa?” tanya Xander saat merasakan getaran hebat dari badan wanita yang sedang digaulinya. “Saya tidak apa-apa, pak! Lanjutkan saja” tukas Maya sembari menggigit bibirnya. Xander berusaha mendekatkan wajahnya ke wajah Maya, karena dipengaruhi efek Vodka yang diminumnya, walau tak seberapa. Maya sempat menjauhkan wajahnya sesaat. Tetapi seketika dia teringat misinya untuk mendapatkan sel s***ma dari pria itu, maka ia memantapkan hatinya untuk sepenuhnya berserah diri. Xander dengan lancar melucuti seluruh pakaian yang dikenakan oleh Maya hingga tubuh molek nan seksi itu tidak dibaluti sehelai benang pun. Dengan sekali sentak, Xander menerobos benteng pertahanan Maya. Wanita itu merintih dan hampir berteriak. Dia merasakan ngeri tak tertandingi, ngeri dimiliknya yang baru pertama kali tersentuh dan dimasuki milik seorang pria asing yang baru dikenalinya beberapa menit yang lalu dan ngeri juga di hatinya. Pria asing itu terkejut, dikala ia menyadari bahwa wanita yang sedang disetubuhinya ini masih gadis. Dengan tergesa-gesa ia menarik miliknya dari l**************n Maya. “Nona, kamu….?” “Sudah, pak! Ayok diteruskan lagi,” potong Maya seraya menarik tubuh kekar pria itu agar menindihnya kembali dan melanjutkan permainan mereka. “Kamu itu masih utuh, masih gadis. Kenapa kamu…?” “Ini kemauan aku, pak! Tolong diteruskan,” bujuk Maya mengingat dia belum sempat mendapatkan apa yang dia mau. “Tapi…” protes pria, mengerutkan keningnya. “Stttss…. Kemarilah! Apa bapa tidak tertarik dengan tubuh molekku?” tanyanya berusaha merayu, walau jauh dilubuk hatinya merasa jijik dengan apa yang barusan terucap dari bibirnya sendiri. “Humm… ok! ayok kita teruskan, kalau memang itu mau kamu, Nona cantik,” timpal Xander seraya kembali menindih tubuh indah nan seksi milik Maya yang tak terbalut sehelai benang pun. Karena masih sedikit dipengaruhi oleh vodka yang diminumnya tadi, Xander melanjutkan aktivitasnya tanpa berpikir panjang. Maya berusaha mengimbangi permainan Xander, walau ia masih tampak canggung dan gemetar. Xander bisa merasakan ini. Tetapi karena hasratnya sebagai pria dewasa yang normal sudah menggebu-gebu, tak terbendung. Akhirnya dia terus mengarahkan pusakanya ke milik Maya dan menghentakannya beberapa kali hingga cairan putih yang memang diimpikan Maya tersebut memuncrat ke dalam rahimnya. Xander terhempas ke samping setelah dia berhasil mencapai puncak. Dengan tergesa Maya menarik selimut yang tersedia di kamar itu dan menutup tubuh moleknya yang tak dilapisi sehelai benang pun. “Nona, apa maksud dari semua ini? Kenapa kau rela menyerahkan kesucianmu padaku?” tanya Xander dengan nada mengintimidasi. “Hmm, maaf! Aku hanya mau….” Jawab Maya terbata-bata. “Hanya mau apa?” desaknya. “Sudahlah pak! Tidak penting untuk dibahas. Ayok sekali lagi ya, sebelum aku pulang,” timpalnya dengan nada menggoda yang sengaja dibuat-buat agar kedengarannya seperti wanita yang sedang haus akan kenikmatan. “Kamu…” “Iya, pak! Ayok…..” ajak Maya. Seperti kerbau dicocok hidungnya, Xander mulai melancarkan permainannya lagi hingga keduanya mencapai puncak dan Xander menyemprotkan lahar panas untuk kedua kalinya ke dalam Rahim wanita yang sedang ditindihnya. Sekali lagi pria itu menghempaskan tubuhnya ke samping sambil menutup matanya rapat-rapat saking capeknya hingga terlelap. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Maya, dengan cekatan dia memakai kembali pakaiannya dan membuka pintu dengan cepat. Dia bermaksud untuk kabur dari pria itu, sebelum pria itu terbangun. Maya meninggalkan pria yang telah berhasil dia dapati sel s***manya itu di saat pria itu masih terlelap dan terbuai dengan mimpinya. Setibanya di rumah, Maya mengendap-endap dengan sangat hati-hati, takut kalau-kalau mamanya terbangun. Dengan was-was wanita yang baru saja kehilangan mahkotanya itu mengeluarkan kunci cadangan dari handbagnya yang memang sengaja dibawanya untuk membuka pintu utama rumahnya. Dengan sedikit menjinjit, ia melangkah ke dalam kamarnya. Ketika ia memutar gagang pintu kamarnya, tiba-tiba lampu kamar tamu dinyalakan. “Dari mana kamu, Nak?” Ana dengan wajah sendu menanyakannya. “Ah, Mama! Maya…..” jawabnya gugup. “Maya dari mana jam segini? Jawab mama?” desak Ana,membuat Maya hanya menunduk. “Ma….” *To be continued....

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

SEXY DEVIL UNCLE

read
18.3K
bc

MENIKAHI PAPA MANTAN PACARKU

read
6.3K
bc

Pemuas Hasrat Mantan Suami

read
52.2K
bc

Nona-ku Canduku

read
98.6K
bc

HASRAT MERESAHKAN

read
141.0K
bc

Ayah Tiriku Sugar Daddyku

read
48.2K
bc

Menjadi Istri Tuan Revan

read
108.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook