bc

Love Is Love (BAHASA INDONESIA)

book_age12+
2.8K
FOLLOW
23.3K
READ
arrogant
independent
drama
sweet
bxg
brilliant
genius
highschool
enimies to lovers
like
intro-logo
Blurb

Kemampuan otaknya yang minim membuat Prilly atau yang biasa dipanggil Ily dikucilkan siapapun terutama para manusia berotak cerdas di sekolahnya. Semua terjadi karena suatu alasan bukan? sama seperti yang terjadi dalam hidup Illy. Hidup seperti wahana berbahaya adalah hidup yang ia jalani beberapa waktu belakangan ini.

chap-preview
Free preview
Chapter 1

“Papa gak bisa kayak gini. Ini gak adil buat Ily,” suara gadis itu bergetar memenuhi

ruangan.

“Papa bukannya gak adil sayang. Tapi Papa mencoba ngasih kamu pilihan.” “Papa ngasih aku pilihan dan Papa nyuruh aku milih? Ini bukan pilihan Pa.”

Gadis itu makin terisak, bagaimana tidak, papanya tiba-tiba memberitahunya bahwa ia akan pergi ke Jerman, dan putrinya itu tak boleh ikut karena harus menyelesaikan sekolahnya, dan yang makin membuatnya terisak adalah mengingat ucapan papanya beberapa saat lalu bahwa ia hanya boleh ikut jika ia bisa lulus tahun ini, tapi bagaimana bisa?

Gadis itu kini hanya tertunduk. Mungkin kini dia hanya bisa pasrah untuk menerima keputusan papanya. Baiklah, dia akan menyusul papanya ke Jerman satu tahun lagi. Tapi apakah bisa? Ia menghela nafas panjang memikirkan itu.

 

 

***

 

 

“Prilly Vanessa Gilara?”

Suara panggilan itu membuyarkan lamunan Prilly dikelasnya. Pembicaraan dengan papanya kemarin masih berputar-putar di pikirannya membuatnya tak konsen dalam pelajaran hari ini.

“Ya Bu?”

“Setelah pelajaran ini kamu dipanggil Kepala Sekolah ke ruangannya,” ucap Bu Ayu selaku

guru biologi sekaligus wali kelas Prilly.

“Baik Bu.”

Setelah pelajaran Bu Ayu selesai, Prilly berjalan gontai menuju ruangan kepala sekolah. Sebenarnya ia sangat malas melakukan hal apa pun hari ini. Ini semua karna mood-nya yang benar-benar hancur karna papanya sudah terbang ke Jerman pagi ini.

Dengan perlahan Prilly mengetuk pintu ruang kepala sekolah

“Masuk,” Sahutan dari dalam membuat Prilly membuka pintu ruangan itu.


“Silahkan duduk Prilly,” ucap kepala sekolah mempersilahkan. Prilly pun duduk dikursi di hadapan kepala sekolahnya. Ditatapnya kepala sekolah itu yang memperlihatkan ekspresi datarnya. Prilly mencoba menerka-nerka apa yang akan di katakan pria paruh baya berperawakan tegap di hadapannya ini.

“Ada apa Bapak memanggil saya kemari?” Tanya Prilly.

“Ayah kamu berpesan pada saya sebelum beliau pergi ke Jerman. Ayah kamu meminta saya mencarikan kamu rekan belajar agar kamu bisa lebih mudah dalam proses pembelajaran,” jelas sang kepala sekolah membuat Prilly sontak terkejut karena papanya tidak pernah membahas ini sebelumnya.

 

“Jadi saya sudah memutuskan siapa rekan belajar yang pantas untuk mendampingi

kamu.”

 

“Siapa Pak?”

“Seharusnya dia sudah ada disini ta..” Tiba- tiba ada yang mengetuk pintu, memperlihatkan seseorang yang akan memasuki ruangan itu.

“Masuk,” ucap pak kepala sekolah mempersilahkan. “Maaf Pak saya terlambat,” ucap orang itu.

“Tidak apa-apa, silahkan duduk.”

Prilly terbelalak mendapati siapa yang kini sedang duduk disampingnya. Ali Junio Darrez, Anak paling pintar disekolah ini. Siapa yang tak kenal dia dan kegeniusannya? Anak yang sangat populer dengan wajah tampan, prestasi berlimpah dalam akademik maupun non akademik, tapi jangan berpikir dia seperti anak-anak genius yang biasa diceritakan dalam film-film atau novel- novel dengan kacamata besar, celana besar atau rambut berponi. Dia jauh lebih styles. Dia sungguh tampan. Tapi dia bukan tipe cowok yang terlalu ramah, terlebih pada orang yang tidak terlalu ia kenal.

“Ini dia rekan belajar kamu,” ucap sang kepala sekolah yang lagi-lagi membuat Prilly terbelalak. Namun kini Prilly tidak terbelalak sendiri. Orang disampingnya juga tak kalah kagetnya dengannya.

“Maksud Bapak?” Tanya Ali tak mengerti.

 

“Jadi Ali Kamu disini ditugaskan untuk membantu Prilly agar ia bisa lulus dengan hasil yang

baik.”

 

“Tapi kenapa harus saya Pak?” Tanya Ali tak mengerti.


“Karena menurut saya hanya kamu yang mampu."

Ali melirik Prilly yang sedang tertunduk sejenak. Sebenarnya Ali sudah tak asing dengan nama orang disampingnya ini, ingat! Ia hanya tak asing dengan namanya, namun dengan wajahnya ini benar-benar asing menurutnya. Ali memang tidak terlalu banyak kenal dengan murid di SMA ini. Terlebih kalau dia tidak pintar. Seperti Prilly, perempuan yang selama ini didengarnya memiliki kemampuan otak yang minim. Ali sebenarnya sangat menghindari orang- orang seperti Prilly. Namun ini adalah perintah dari kepala sekolah langsung. Mungkinkah dia menolaknya?

“Baiklah Pak. Saya akan mencoba,” Prilly mendongakkan wajahnya menatap Ali tak

percaya dengan jawaban laki-laki itu.

“Bagus Ali. Saya sudah duga kalau kamu tidak mungkin menolaknya. Dan saya yakin kamu

pasti bisa,” kepala sekolah itu tersenyum lega mendengar jawaban murid berprestasinya itu.

“Baiklah Pak. Kalau begitu saya permisi,” Ali berlalu keluar ruangan setelah mendapat persetujuan dari kepala sekolah tanpa menoleh pada Prilly sedikit pun. Tak lama setelah itu, Prillypun ikut pamit keluar dari ruangan itu. Pikirannya masih terfokus pada ia yang akan menjadi rekan belajar Ali? Benarkah?

 

 

***

 

 

“What?????? Pak kepsek nyuruh lo belajar sama Ali?” Suara melengking Lala membuat

Prilly harus membekap mulut gadis itu.

“Eh ini tuh kantin bukan stadion. Jadi lo gak perlu teriak-teriak gitu,” omel Prilly.

“Oke oke.. tapi yang lo ceritain itu beneran?” Tanya Lala meyakinkan dan dibalas anggukan oleh Prilly.

“Wah lo beruntung banget bisa belajar bareng Ali.”

“Beruntung? Ini namanya musibah. Lo kan tau gimana Ali, dan lo tau gimana gue. Ali dan gue kayak mata sama kuping. Gak akan pernah saling pandang walaupun jaraknya dekat, dan gak akan merasa saling ada walaupun sebenarnya ada.”

“Ya gue tau sih. So lo terima?”

“Mau gimana lagi? Demi ketemu papa di Jerman gue harus lakuin ini,” kini tekat gadis itu

menjadi menggebu-gebu.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Love Match (Indonesia)

read
151.0K
bc

First

read
360.7K
bc

Bukan Nikah Biasa

read
74.0K
bc

Nikah Kilat

read
155.7K
bc

My Sexy Doctor

read
32.1K
bc

Never Be The Same (Indonesia)

read
295.6K
bc

I Love You, Sir! (Indonesia)

read
228.6K