Prilly yang hampir terlambat memasuki kelasnya dengan tergesa-gesa, nafasnya sudah tak beraturannya, peluhnya sudah memenuhi dahinya. Ah s**l! Walaupun sudah buru-buru ia tetap saja terlambat.
“Permisi Pak. Maaf saya terlambat.” Pak Robert menatap tajam kearah Prilly, guru yang
terkenal sangat killer.
“Kamu terlambat 5 menit. Tidak usah susah-susah meminta maaf, simpan tenaga kamu untuk berdiri ditiang bendera sampai pelajaran saya selesai,” perintah pak Robert yang membuat Prilly tertegun. Prilly melihat jam tangannya sejenak. Sampai pelajarannya selesai? Itu artinya 2 jam lagi.
“Ta..tapi Pak saya mau ikut ulangan,” Prilly berusaha melakukan negosiasi.
“Kerjakan sekarang atau bertambah sampai jam pulang" ucap pak Robert lagi. Akhirnya
Prillypun pasrah. Prilly melirik Lala sekejap yang sedang menatapnya dengan tatapan iba.
Dengan terpaksa Prilly melangkah keluar kelasnya lalu menuju lapangan. Panas terik pagi ini membuat peluh Prilly menetes. Terlebih lagi di lapangan ini tak hanya ia sendiri. Tapi juga ada anak-anak lain yang sedang dalam jam pelajaran olahraga. Prilly sebisa mungkin tak menghiraukan tatapan mereka. Pagi ini Prilly terlambat karena ia mati-matian belajar tadi malam. Namun kini semuanya sia-sia. Ia malah tak diperbolehkan ikut ulangan. Baru beberapa saat berdiri di lapangan Prilly merasa tubuhnya lemas, pandangannya juga berkunang-kunang, padahal ia baru dijemur setengah jam. Apa ini karna tadi pagi ia tidak sarapan. Prilly makin sulit untuk menyeimbangkan badannya hingga akhirnya ia terjatuh tak sadarkan diri.
***
Prilly mengerjap-ngerjapkan matanya lalu memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing. Prilly berusaha untuk bangkit dari tidurnya walaupun dengan kepalanya yang masih pusing.
“Gak usah bangun. Udah tau masih lemes,” suara itu membuat Prilly mengedarkan
pandangannya mencari seseorang pemilik suara itu.
“Makanya, jadi orang tu hidup disiplin. Jangan uring-uringan gak jelas,” sindir orang yang sedang berdiri diambang pintu UKS tempat Prilly sekarang sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya. Prilly menatap tajam kearah orang itu. Bisakah dia manis sedikit dalam keadaan seperti ini?
“Ali, kamu nih jangan gitu. Prillynya kan baru sadar,” tiba-tiba suara lembut seorang wanita membuat Prilly berganti menatapnya. Sepertinya Prilly mengenali orang yang sekarang sedang ada dihadapannya ini.
“Kamu udah baikan Prill? Kayaknya kamu lagi masuk angin, terus tadi gak sarapan kan?” Tanya orang itu yang dibalas Prilly dengan anggukan. Ya, Prilly baru ingat siapa orang ini. Dia adalah Icha, ya siapa yang tak kenal Icha, gadis genius seantero sekolah.
“Aku bantuin pakein minyak kayu putih ini dulu diperut kamu ya,” kata Icha lagi yang lagi- lagi hanya dibalas Prilly dengan anggukan.
“Li kamu bisa keluar bentar gak?” Tanya Icha.
“Bisa. Lagian gue males banget disini. Udah susah-susah gendong yang badannya keberatan dosa, tapi gak ada kata-kata terimakasih sama sekali,” balas Ali lalu berlalu dari ruangan itu.
Icha hanya menggelengkan kepala melihat kepergian Ali. Sementara Prilly merasa kaget. Jadi Ali yang membawanya kesini? Prilly baru sadar kalau Ali tadi memakai baju olahraga. Jadi Ali tadi ada disana saat Prilly pingsan dan langsung membopongnya.
“Kamu gak usah dengerin Ali ya. Dia emang gitu,” kata Icha sambil mulai memberikan
minyak kayu putih ke perut Prilly.
“Emang. Nyebelin,” timpal Prilly yang membuat Icha terkekeh.
“Dia itu sebenarnya baik kok. Buktinya tadi dia dengan sigap bawa kamu kesini saat kamu pingsan. Terus tadi dia juga langsung kabari aku buat bantuin nyadarin kamu,” jelas Icha. Entah kenapa mendengar penjelasan Icha membuat hati Prilly terasa menghangat. Ia jadi penasaran, sepanik apa Ali saat melihatnya pingsan. Namun dahi Prilly mengerinyit saat mengingat kenapa Icha yang langsung Ali hubungi? Prilly berusaha untuk tak mengambil pusing.
***
Sesampainya di kelas bahkan belum sempat bokongnya mendarat sempurna di kursi, Lala sudah menimpali Prilly dengan berbagai macam pertanyaan dengan raut wajah khawatir.
Sesekali Prilly terkekeh saat melihat sikap berlebihan sahabatnya itu, tapi di sisi lain Prilly sangat bahagia, setidaknya ia masih memiliki Lala yang sangat menyayanginya. Setelah cukup lama menginterogasi Prilly, Lala pun memutuskan untuk ke kantin, selain untuk mengisi kekosongan perutnya, ia juga berniat untuk membelikan Prilly makanan.
“Eh tunggu,” seseorang menghentikan langkah Lala saat Lala hendak menuju kantin. “Ali. Kenapa?”
“Lo temennya Prilly kan?”
“Iya. Kenapa?” Tanya Lala, tumben sekali si genius ini mengajaknya bicara. “Dia sekarang dimana?”
“Oh, Prilly lagi dikelas,” balas Lala.
“Oh oke, thanks ya,” Ali lalu berlalu dari Lala. Lala hanya mengedikkan bahunya menatap
kepergian Ali lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kantin.
Ali berjalan ragu-ragu menuju kelas Prilly.
“Ngapain juga gue nyamperin dia. Ntar gue dikira khawatirin dia lagi,” Ali menyalahkan
dirinya sendiri yang entah kenapa sangat ingin menemui Prilly sekarang.
“Eh tapi kan gue kesini bukan buat mastiin keadaan dia. Tapi buat nanya hasil ulangan kimianya,” akhirnya Alipun meyakinkan dirinya untuk masuk ke kelas Prilly. Karena sedang jam istirahat jadi kelas Prilly terlihat sepi, hanya ada Prilly. Ali masuk kekalas Prilly dan menghampiri Prilly yang sedang memainkan ponselnya. Prilly yang merasa ada seseorang dihadapannya langsung mendongakkan kepalanya.
“Gimana ulangan lo?” Tanya Ali to the point.
“Hmmmm,” Prilly mulai ragu-ragu menjawabnya. Pasti Ali akan mengata-ngatainya lagi.
“Gue gak ikut ulangan karna tadi pagi telat, jadinya dihukum,” balas Prilly berusaha
sesantai mungkin.
“Oh. Oh iya, besok gue harus pergi olimpiade selama 2 hari. Jadi lo belajar sendiri. Kapan
lo ulangan susulan?” Tanya Ali lagi. Tumben tak ada kata-kata sindiran keluar dari mulutnya.
“Ntar pulang sekolah,” balas Pilly. Alipun hanya mengangguk paham lalu segera pergi
keluar.
“Ali,”panggil Prilly menghentikan langkah Ali. Ali hanya membalikkan badan tanpa menjawab.
“Thanks ya tadi udah bawa gue ke UKS,” ucap Prilly ragu-ragu. Ali mengangguk lalu kembali berjalan keluar kelas Prilly.
“Cuma ngangguk doang? Ngomong kek! Sama-sama gitu,” gerutu Prilly kesal.Haiii haiii haiii:) terimakasih udah mau mampir hehehe. semoga suka dan sesuai selera ya. jangan lupa tinggalin jejak berupa love dan komen disetiap partnya hehe. terima kasihHaiii haiii haiii:) terimakasih udah mau mampir hehehe. semoga suka dan sesuai selera ya. jangan lupa tinggalin jejak berupa love dan komen disetiap partnya hehe. terima kasih