"Apakah ibu sudah baik-kan?" Alex menggenggam erat tangan gadis yang terbaring lemah di kasur bangsal khas rumah sakit. Mata gadis itu terbuka, membalas segala tatapan khawatir Alex dengan tatapan senduhnya. Dia ingin berbicara banyak, tapi alat bantu oksigen pada mulut dan hidungnya membuat dia hanya bisa menganggukkan kepalanya, menjawab pertanyaan Alex bahwa dia sudah jauh lebih baikkan. Berkat anak itu, tentu saja. "Aku sudah menemukan Clara, bu, dan dia baik-baik saja. Kupikir dia cerewet, tapi dia tidak pernah berbicara lebih dari 3 kata per kalimat." Ujar Alex menceritakan penemuannya beberapa minggu terakhir. Dia ingat bagaimana tatapan kosong Gadis itu, bagaimana Gadis itu hanya menatapnya datar tanpa minat, tapi dia juga tidak lupa bagaimana Gadis itu sempat salah tingkah ketika

