8. Please, Stop

2375 Words

Jalan raya di pusat Seoul pagi itu bisa terbilang cukup ramai dan membuat sedikit kemacetan. Kai merasa lega karena kali ini yang mengambil alih audi putihnya adalah seorang supir, jadi kakinya tidak perlu terasa pegal atau yang lebih parah lagi, dia tidak harus membawa mobil itu dengan ugal-ugalan, seperti yang biasa ia lakukan ketika buru-buru tetapi macet. Suasana didalam mobil mewah itu begitu hening, Kai melihat sekilas kesamping, seorang gadis menatap kosong kearah depan, seperti jiwanya ikut kosong. Dahinya ditutupi kasa dan plester, pipinya lebam dan tangannya terus memegang bagian perutnya, menahan sakit. Kai mengabaikannya, kembali membaca selembar kertas yang isinya biodata seseorang, mengamati sekaligus mempelajari itu, meskipun beberapa hal sudah ia ketahui dari awal “jadi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD