LIMA

606 Words
Sepanjang perjalanan menuju ke mall  terdekat, Alaric dan Kaza asik mengobrol. Dua pria kalau sama-sama suka olahraga memang banyak ngobrol, apalagi ternyata mereka fans dari klub bola Inter Milan. Sedangkan Diani, gadis itu memilih untuk cemberut dan main Candy Crush di ponselnya. Sepertinya hari itu memang hari buruknya, karena dia tetap tidak bisa naik ke level selanjutnya meskipun nyawanya di permainan itu mulai habis. Tatapan mata Diani dan Alaric sempat bertemu saat mereka berada di sport station. Terlihat jelas di wajah Diani yang putih dan bersih dari jerawat itu kekesalan dan rasa bosan akibat pemaksaan dari bunda Enny. Alaric menoleh sebentar melihat keberadaan Kaza, pria itu masih memilih-milih raket bulu tangkis. "Jangan cemberut aja dong, nanti cantiknya ilang," goda Alaric, mencoba mendekati Diani yang justru semakin menampakkan rasa bosannya. "Udah deh jangan becanda! Mood gue lagi gak bagus. Bawaannya kepengen nabok orang!" Masih bersungut-sungut, dia melipat kedua tangannya didepan d**a. Alaric justru terkekeh pelan melihat Diani ngambek. Pria itu mengacak pelan rambutnya dan sudah pasti dihadiahi tatapan siap memaki dari Diani. "Kaza kan temen lo juga, jangan dicuekin gitu dong! Dia pria yang baik kok, asik juga. Coba deh lo ngobrol sama dia." Diani menghela napas kesal, "Gak bakalan!"  Diani ngeloyor pergi, meninggalkan Alaric yang termangu menatap punggungnya. Kaza yang melihat hal itu akhirnya mendekati Alaric, "Lo gak kejar dia?" "Nggak, percuma aja. Kalo lagi ngambek, Diani nggak mau dideketin siapa-siapa. Biarin aja dulu," kata Alaric sambil menepuk pelan punggung Kaza. "Btw, gimana bro? Udah dapet raketnya?" "Nih," Kaza memperlihatkan raket bulu tangkis yang didominasi oleh warna biru, "gue bayar dulu ya." ~ Kaza sudah mendapatkan raket yang dia inginkan. Dia melihat Alaric nampak cemas menelpon seseorang. Dugaan Kaza, yang ditelpon oleh Alaric adalah Diani. Beberapa kali Kaza juga mendengar Alaric yang mengumpat kesal. "Masih gak diangkat juga?" tanya Kaza setelah Alaric mengacak frustasi rambut pendeknya. "Iya nih, kebiasaan deh ngambeknya kelamaan! Kita sama-sama cari Diani ya, lima belas menit lagi kita ketemu disini lagi, depan sport station." Setelah Kaza mengangguk setuju, Alaric langsung pergi. Matanya bergerilya menyapu tiap pemandangan kerumunan orang di dalam mall. Sementara Kaza juga melakukan hal yang sama, mulai mencari sosok Diani diantara banyak manusia yang sedang berakhir pekan di mall. Walaupun tak terlalu akrab dengan suasana mall, Kaza tetap mencari Diani dengan tenang. Lima menit berlalu, Kaza melewati Ice Rink yang dipenuhi beberapa orang yang sedang melihat para ice skaters unjuk kebolehan. Rupanya hari itu ada kompetisi Ice skating untuk anak remaja Se-Jabodetabek. Kaza tertarik untuk melihatnya, dan siapa sangka dia menemukan Diani sedang berdiri tak jauh dari tempatnya berpijak. Matanya berbinar melihati para ice skater berlalu lalang dengan gerakan indah. Tangan kanannya sibuk memegangi cone es krim vanilla dan menjilat es krim tersebut sesekali. Senyumnya terpatri indah, membuat wajah Kaza memerah dan degup jantungnya memacu. "Di, kamu udahan ngambeknya?" Suara nge-bass Kaza seperti biasa mengagetkan Diani, membuat semburat merah jambu langsung menghiasi pipinya yang putih. Diani hanya tersenyum kaku dan memilih untuk melahap es krimnya. "Kata siapa gue ngambek? Enggak kok, gue kan cuma jalan-jalan sebentar," elak Diani. "Btw, udahan beli raketnya?" tanya Diani datar. Dia masih melahap es krimnya, tidak melahap perlahan seperti sebelumnya. Kaza tersenyum dan menggerakkan tangannya ke ujung bibir Diani untuk menghapus sisa es krim yang bertengger disana, membuat Diani terpaku hanya menatap pria di depannya. "Pertanyaan itu gak perlu gue jawab karena lo udah liat barang yang gue bawa di tangan gue adalah raket," kata Kaza, masih tersenyum. Diani akhirnya terkekeh pelan dan Kaza mengusap kepala Diani dengan gemas. Tak jauh dari mereka, ada seseorang yang hanya bisa menghela napas pelan dan berusaha menutupi rasa tak suka atas pemandangan yang tengah diliatnya saat ini. ~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD