Mulya menyebut dirinya beruntung, atau ia hanya sedang ditunjukkan bukti nyata pepatah bahwa di setiap kemuan pasti ada jalan. Sesungguhnya saat membantu Yuri kemarin, Mulya sama sekali tidak mengharap ‘imbalan’ apapun. Ia murni melakukannya karena khawatir. Ia tahu bagaimana kepolosan hati Yuri yang istilahnya tidak tegaan, serta tahu jam terbang Yuri di dunia bisnis belum banyak. Ide minta imbalan itu tercetus begitu saja, barangkali terdorong akan keinginan dapat makan semeja lagi dengan Yuri tapi dengan suasana berbeda dimana hanya ada mereka berdua, tanpa Rayu yang jadi pusatnya. Dan sekarang, Mulya tak ubahnya anak remaja yang sedang semangat-semangatnya mengejar cinta. Ia sudah mereservasi restorannya, menyiapkan segala hal yang dulu tidak sempat mereka lakukan. Ia tidak sabar menu

