CHAPTER 13

861 Words
Aku menghempaskan tubuhku di atas ranjang king size di kamar ini. Kamar yang cukup luas dengan tatanan klasik namun elegan, sebuah sofa di sudut kamar dan sebuah televisi ukuran besar terpampang di tengah ruangan. Ada kamar mandi dalam juga, serta sebuah pintu samping yang mengarah ke balkon. Sepertinya Renno memang berasal dari keluarga kaya, sampai sampai mereka memiliki tempat sebagus dan semewah ini di daerah pegunungan seperti ini. Aku memang tidak begitu mengenal seorang Renno secara jelas, karena memang kami tidak begitu akrab untuk menceritakan keluarga kami satu sama  lain secara privasi. Yang aku tau hanya dia cuma teman sekolahku, yang diidolakan banyak gadis di sekolahku, ia ganteng dan juga pintar. Hanya itu. Aku tersenyum sendiri, kenapa aku merasa beruntung seperti ini bisa dekat dengan perfect boy seperti dia? Mungkin di kehidupan yang lalu aku sempat menyelamatkan negara, makanya dikehidupan ini aku memiliki banyak keberuntungan. Aku menutupi mukaku sendiri dengan kedua tanganku, sepertinya aku sudah mulai gila berhalusinasi. Tok tok tok, pintu kamar terbuka, aku terperanjat. "Ada apa Ren?" tanyaku kaget "Ikut aku belanja, tadi aku tidak membawa apapun kesini." ucap Renno masih berdiri di depan pintu "A...iya" jawabku gugup Akupun berjalan keluar kamar, mengikuti Renno dari belakang. "Bi Jum, aku sama Bella mau pergi, kami juga tidak makan di rumah, kalian boleh pulang." "Baik den Renno. Itu di kulkas bibi sudah siapkan bahan makanan. Kalau den lapar, tinggal di panaskan saja seperti biasa. Bibi sama pak agus pulang dulu. Permisi." Renno hanya mengangguk, dan bibi Jum serta pak Agus pun pergi. Aku menoleh ke arah Renno, "mereka gak menginap disini Ren?" "Mereka hanya datang untuk bersih bersih dan menyiapkan makanan kalau kalau ada keluargaku yang berkunjung kesini." *** Renno dan Bella berada di sebuah pusat perbelanjaan. Renno mengambil beberapa potong pakaian, kemudian ia memasukannya ke dalam keranjang. Ia beralih ke stand pakaian dalam, Bella masih diam dan mengikuti dari belakang. Ia tersipu malu sendiri karena berada di tempat seperti ini dengan seorang pria. "Mau aku pilihkan satu untukmu?" bisik Renno yang membuat wajah Bella memerah. "Apa sih Ren" Renno tersenyum, memang menjahili Bella dan membuat dia kesal adalah kebahagiaan tersendiri untuk Renno. Bella berlalu meninggalkan Renno, ia menghapiri sebuah dress yang sedang dipajang di manekin. Bella menyentuh dress itu dan mengitarinya. Sebuah dress bruket orange dengan kombinasi atasan putih renda, terlihat cantik terpajang. Bella tersenyum, kemudian berjalan lagi untuk melihat lihat yang lain. Mereka sudah selesai berbelanja, dan berakhir di sebuah kafe yang terletak di lantai yang sama dengan toko pakaian yang mereka datangi. "Kita belum makan dari tadi siang." ucap Renno "Aku ingin makan nasi Ren" ucap Bella tanpa rasa malu. Renno mengangguk, kemudan mereka memesan 2 porsi nasi goreng spesial dan 2 gelas orange juice. "Kenapa kita liburan cuma berdua Ren?" "Gerald sibuk dengan Syd, Fendy juga sama teman kamu yang bawel itu, sedang yang lain udah ada planning sendiri sendiri." jelas Renno Kita cuma berdua di villa?" "Kenapa? kamu takut? Atau mengkhawatirkan sesuatu?" Renno mengucapkan sambil tertawa. "Ya... gak sih..."Bella gugup "Kamu gak usah khawatir, kamu cuma perlu tungguin aku aja di villa, aku ada sedikit urusan disini. Mungkin besok aku akan pergi, sorenya baru pulang, kamu bisa bersenang senang sendiri di villa. Tidak apa kan?" Bella hanya mengangguk kemudian melanjutkan makannya. Tiba tiba Handphone nya berdering. BUNDA calling Raut wajah Bella berubah panik "Kenapa?" tanya Renno "Bunda telphon, aku lupa kasih kabar aku juga lupa gak ngomong kalau aku pergi" ucap Bella dengan panik. "Ayo angkat telphonnya, jangan buat ibumu khawatir" "Hallo bunda" "Kamu lagi apa Be?" "Bella lagi makan bunda." "Syukur deh kalau gitu, kamu gak hubungi bunda dari tadi siang." "E...iya bunda, Bella minta maaf." "Iya sayang, gak papa" "Bun, Bella di tempat Manda ya bun..." Bella berbohong "Iya Be...hati hati ya...jangan keluar malam malam, jangan terlat makan juga ya...Bunda bentar lagi pulang" "Iya Bun" Sambungan telphon pun terputus. Bella menghela nafas kasar, ia sudah berbohong pada bundanya, dan ada merasa bersalah akan hal itu. Bella menekan layar Hp nya lagi, kemudian meletakkan telphon genggamnya dekat telinga. "Telphon siapa lagi Be?" tanya Renno penasaran "Amanda. Hallo man." "Ya Be..." "Sorry ganggu waktu kamu sama Fendy, aku mau minta tolong." "Apa?" "Kalau bunda telphon, bilang aja aku lagi sama kamu ya..." "Loh?" Amanda bingung "Nanti aku jelasin kalau sudah pulang. sudah dulu ya Man..."Bella memutus panggilannya. Renno tersenyum, "kita pulang, sudah sore" *** Mereka sudah kembali ke villa. "Ini untukmu" Renno memberikan sebuah tas belanja kepada Bella. "Apa ini?" tanya Bella sambil mengintip isi tas yang di berikan Renno "Lihat aja di dalam. Aku masuk dulu." Renno masuk ke kamarnya dan Bella pun masuk kekamarnya, kemudian mengeluarkan isi tas yang di berikan Renno. Bella tersenyum bahagia, ternyata dress yang di pajang di manekin yang sempat ia sentuh tadi, tapi ada satu lagi di dalam tas, dan saat Bella mengambil isinya ia tersentak kesal bercampur malu. Sebuah bikini yang hanya menutupi bagaian intim saja yang Renno beli. "Dasar KUTU KUPREEEEEETTTTTT" ucap Bella sambil meremas bikini di tangannya. Sementara Renno di kamar sendirian sambil tersenyum puas, pasti Bella sekarang sedang marah sendiri, batinnya. Bella, sedikit meredakan perasaanya yang sekarang sedang kalut, marah dan sedih. Bella, gadis yang menggetarkan hatinya, dan mewarnai hari harinya beberapa bulan terakhir ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD