CHAPTER 14

739 Words
Bella sudah selesai mandi dan memakai piyama warna hijau muda dengan motif beruang dan kancing depan yang ia bawa tadi dari rumah. Menyisir rambut panjangnya, memakai sedikit parfum dan mengoleskan pelembap ke seluruh tubuhnya, adalah kegiatan wajibnya usai mandi. Walau Bella tidak seperti gadis lainnya yang hobby dandan, ia selalu mengutamakan agar tubuhnya selalu wangi. Bella menuruni tangga menuju ke dapur, sepertinya perutnya sudah mulai lapar lagi. Entah apa isi perutnya itu, walau sudah diisi, cepat sekali lapar, tapi tak berpengaruh sama sekal pada tubuhnya. Hanya pipinya saja yang tambah membulat karena ia memang sering tidur. Renno ternyata berada di teras belakang depan kolam renang, sedang sibuk dengan Handphone nya, dan...sebotol anggur di tangan kirinya. Bella terdiam sesaat, melihat pemandangan yang tidak biasa. 'Apa benar itu Renno? Seperti bukan yang ku kenal' batin Bella Bella pura pura tak melihat, ia fokus mencari makanan di dapur. "Kamu lagi ngapain Be?" Renno menyadari keberadaan Bella "Oh...aku...lapar...lagi nyari sesuatu yang bisa dimakan. Kamu lapar Ren?" tanya Bella tanpa menoleh kearah renno "Kamu cari aja apa yang ada di kulkas, aku gak lapar kok." jawab Renno  Bella tak menanggapi apapun lagi. Ia mengambil beberapa potong ayam siap goreng di dalam kulkas, saos cabai dan orange juice. Menggoreng ayam sebentar kemudian menghidangkannya di piring, menuang segelas jus, lalu beralalu meninggalkan Renno. "Aku makan dulu." "Hmmm" *** Sepertinya memang ada apa apa dengan Renno. Sejak perjalanan mereka study tour ke Yogyakarta, Renno mulai berubah. Dari Renno yang ceria, ramah dan selalu rapi, sekarang menjadi Renno yang pendiam, jarang tersenyum, dan sedikit urakan. Entah apa yang terjadi dengannya? Apa karena telphone waktu itu? Entahlah...mungkin aku harus menanyakan detailnya dengan Gerald, siapa tau ia mengetahui, *** Bella duduk di ruang tengah dengan makanan yang ia bawa dari dapur tadi. Ruang tengah dengan sofa besar hampir seukuran tempat tidur, dengan fasilitas home teater di depannya. Bella mengambil remot yang berada di meja, menyalakan televisi dan mencari saluran yang sekiranya bagus untuk di tonton. Bolak balik mengganti saluran, iapun menghela nafas kasar. "Tidak ada acara yang bagus" Bella mengganti dengan film yang tersimpan, mencari lagi film yang belum ia tonton. "Ah... ini saja. Mending nonton film korea deh. Yang main ganteng ganteng juga" Bella menikmati adegan demi adegan sembari menikmati ayam goreng dan mencocolnya dengan saos. Sesekali ia meneguj jus nya karena kepedasan. Terdengar suara rintik air dari luar, seperti nya hari mulai hujan. Renno masuk kedalam rumahnya,dan menutup pintu belakang. Menuju dapur kemudian mengambil sebotol anggur lagi dan membuka tutupnya. Lalu iapun berjalan dan duduk disamping Bella. "Lagi nonton apa? Serius sekali?" tanya Renno "Film korea" jawab Bella singkat Suasana seketika hening. "Ren..." "Hmmm" "Tas yang tadi kamu kasih ke aku...makasih ya...aku belum sempat ngomong tadi" "Iya sama sama" "Tapi selain dress, maksudnya apa? Kamu ngledek aku?" Renno tertawa kecil "Ya nggak...siapa tahu besok kamu mau renang. Aku lihat kamu senang saat tahu di rumah ini ada kolam renang. Berenanglah besok sembari menungguku pulang." "Aku jadi merasa seperti istri yang menunggui suami pulang aja." "Kamu berharap jadi istriku?" goda Renno "ya enggak...GR banget kamu" ucap Bella dengan wajah memerah Renno kembali tersenyum kecil "Udah ah...aku lagi serius nih nonton." Bella menutupi kegugupannya. Suasana kembali hening, hanya suara televisi yang terdengar. Adegan yang romantis yang agak panas antara sepasang muda mudi yang di mabuk cinta, berciuman dengan sangat intimnya hingga saling melepaskan pakaian satu sama lain. "Adegannya kok gini banget sih... lama lagi..." gumam Bella yang merasa sedikit malu untuk menonton adegan seperti itu apalagi sekarang ia sedang bersebelahan dengan seorang pria. Bella dengan panik mengambil remot TV untuk mengganti chanel, tapi ternyata remot nya macet. Berkali kali ia memenekan namun tak kunjung berganti saluran. Tiba tiba Renno mendekat ke arah Bella, meraih tengkuknya, kemudian menciumnya. Bella yang kaget dengan aksi Renno seketika membulatkan matanya. Mencoba menekan d**a Renno untuk menjauh, namun tak bisa. Bahkan Renno semakin memperdalam ciumannya, mengigit bibir bawah Bella agar ia bisa bebas mengakses masuk kedalam mulut Bella, memasukan lidahnya dengan liar dan berbagi saliva. Menghisap bibir Bella atas bawah dengan bergantian. Bella akhirnya pasrah, tak menolak aksi Renno yang mulai dinikmatinya. Renno merebahkan tubuh Bella ke sofa tanpa melepaskan pautannya, mata mereka saling bertemu. Bella merasa malu karena tadi ia berusaha menolak, akhirnya ia hanya bisa memejamkan mata dan menikmatinya. Renno melepas ciumannya, dengan tubuhnya berada di atas Bella. Mengungkung tubuh gadisnya itu dan menatap wajah Bella. Renno tersenyum. Membelai pucuk kepala Bella dengan lembut, kemudian membelai wajahnya. "Apa kau juga menginginkannya?" tanya Renno.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD