Bella akhirnya sudah terbiasa menghadapi tatapan siswi siswi di sekolah yang tidak suka padanya.
'ini semua gara gara Renno' gerutunya kesal.
Untunglah Amanda, teman sebangkunya sekaligus sahabatnya itu tidak ikut ikutan memusuhinya.
***
"Hari ini kita akan dicampur dengan kelas IPA 1 di perpustakaan" ucap ketua kelas
Dan seketika membuat perasaan Bella menjadi tidak enak. Itu adalah kelas Renno dan Sydney. Dan dia tidak bisa menghindari tatapan sinis Sydney dan juga kawan kawannya nanti. Semoga Renno bisa ikut mengatasi, agar tidak hanya dia saja yang kena dampak hubungan pura pura ini.
***
Di perpustakaan murid kelas XI IPA 1 dan XI IPA 4. Walau suasana ramai tapi tetap tenang dan kondusif.
Bella memasuki ruang perpustakaan dengan Amanda.
"Kita duduk di pojok situ Be, kosong"
Bella mengikuti Amanda dari belakang sembari matanya berkeliling melihat sekitar.
Benar saja, Sydney dan geng nya sudah stand by disitu.
Tapi tunggu, Bella berhenti, Pandangannya mengarah ke pria di samping Sydney.
'Gerald....' batin Bella tak menyangka akhirnya Gerald bisa bersama Sydney.
Bella tersenyum, usahanya dan Renno tidak sia sia.
'Berarti sebentar lagi tidak perlu di teruskan hubungan palsu ini, melelahkan saja. Semoga aku dapat pahala telah menjodohkan orang lain' Bella tersenyum sendiri.
Tanpa sengaja pandangan Sydney menangkap mata Bella yang memang sedari tadi sedang memperhatikannya.
Sydney masih saja dengan tatapan sinis serta benci melihat ke arah Bella.
Bella langsung membuang muka agar Sydney tak salah sangka padanya.
Dan tiba tiba ada yang menarik tangannya menuju lorong rak rak buku di ujung perpustakaan.
Hampir saja dia berteriak kaget tapi bibirnya tiba tiba ada yang membungkam.
"Renno..." bisik Bella agak keras setelah tau siapa tersangkanya.
"ssssttttt...." Renno meletakkan telunjuknya di bibir Bella
"Ngagettin tau" Bella memukul lengan Renno agak keras yang membuat pria itu meringis.
"Sepertinya kita berhasil ya Ren?"
"Belum"
"Mereka sudah dekat. Sepertinya Sydney sudah menyerah padamu"
Renno hanya tersenyum menanggapi ucapan Bella.
Dan tiba tiba Renno menarik tengkuk Bella kemudian menciumnya. Bella terkejut sembari membulatkan matanya. Bella mencoba mendorong d**a Renno namun pria itu cukup kuat menahan tenaga Bella yang tidak seberapa. Tak lama kemudian Renno melepaskan ciumannya dan dibalas tamparan di pipinya.
"Gila kamu Ren...."Bentak Bella emosi
"Maaf Be...tadi Sydney tiba tiba mengintip kita, aku reflek..." Renno memberi alasan
Benar saja memang tadi Sydney berada di belakang Bella karena penasaran apa yang Bella dan Renno lakukan makanya Sydney mengintip. Tanpa diduga Sydney melihat Renno sedang bermesraan dengan Bella. Sydney akhirnya pergi dengan kesal dan kecewa.
"Ciuman pertamaku..."runtuk Bella kesal sambil mengusap bibirnya
Renno terkekeh....
"Terimakasih ya...."Renno pun berlalu meninggalkan Bella yang sedang kesal karena sikapnya tadi.
***
"Renno sama si itik buruk rupa itu kepergok gue lagi ciuman di perpustakaan"
Sydney dengan berlinang air mata menceritakaan apa yang dilihatnya tadi pada geng nya.
Diana, Thalita, Aurora, dan Marsya hanya bisa memeluk sahabat mereka itu untu menenangkannya.
"Syd....menurut gue sih mending lu sama si Gerald. Sama sama ganteng, dia gak playboy" Marsya satu satunya teman Sydney yang lugu mencoba memberi saran
"Tapi kan aku cintanya sama Renno...."Sydney kembali menangis
"Minum dulu Syd..."Aurora menyodorkan jus.
***
BELLA
Ciuman pertamaku...Seharusnya bisa aku lakukan dengan orang yang benar benar aku cintai dan mencintaiku, ini malah sama si Renno si hombreng kutu kupret...
Sial banget. Awas aja kalo ketemu lagi. Enak aja curi curi kesempatan. padahal kan hubungan palsu kok pake acara serius kaya gini???
Aaaaahhhhhhhh nyesel nyesel nyesel.....
***
Bella menggerutu, tapi tidak ada seorangpun yang bisa ia ajak bercerita.
Tidak mungkin ia menceritakan ini kepada Amanda, bisa bisa rencananya dan Renno bisa berantakan.
Tak berapa lama handphone di saku rok nya berbunyi.
KUTU KUPRET begitulah nama yang tertera di layar HP nya.
"ngapain juga itu si kutu kupret telphon?" gerutunya masih emosi.
Dengan kesal Bella pun mengangkat telphon dari Renno.
"Hallooooo..." Bentaknya
Renno meringis sembari agak menjauhkan HP nya dari telinga nya.
"Dimana Be?" Tanya Renno santai.
"Ngapain nanya nanya?" jawabnya ketus
"Bisa ketempatku sekarang gak?"
"Gak bisa aku sibuk?"
Renno menghela nafas sebentar.
"Aku di GOR Merdeka sama teman teman lagi main futsal. Kamu kesini bawain minuman dong buat 12 anak"
Bella bertambah marah dengan permintaan Renno.
"Kamu pikir aku GRAB FOOD? Udah ah aku sibuk!! Sana pesan makanan sendirI!!! BYEEE!!!!"
Sebelum Bella sempat menutup telphonnya, Renno membisikkan kata kata yang membuat Bella berubah pikiran
"Aku kasih bocoran soal sama jawaban ulangan kimia besok"
Tanpa berpikir panjang, Bella langsung mengiyakan permintaan Renno.