Rahasia pak Yanto

1134 Words

Joshua!" Itu kata pertama yang spontan keluar dari bibir Mirna saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya. "Iya, Mirna... Aku datang menjemputmu pulang ke rumah. Kalau aku salah, aku minta maaf. Tentang foto-foto itu... nanti akan aku jelaskan. Sekarang, yang penting, kita pulang dulu, ya?" Mirna hanya bisa terdiam. "Joshua sendiri yang datang? Bukan suruhan ayahnya? Tapi... kenapa nada bicaranya tidak seperti biasa—tidak tinggi, tidak dingin. Lembut. Apakah aku hanya menghayal?" pikirnya. "Iya, Joshua... baik, kita pulang." Mirna berjalan mengikuti Joshua yang melangkah selangkah lebih depan. Tidak ada genggaman tangan. Tidak juga perhatian kecil seperti membukakan pintu mobil. Ia tetap seperti dulu—dingin, formal, seolah Mirna hanya rekan kerja, bukan istrinya. Di dalam mobil,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD