Ditempat kejadian karaoke. Ariani panik. Dengan wajah pucat dan suara gemetar, ia menoleh tajam ke arah Ferry. “Ferry! Bawa gadis itu ke ruang kerja saya. Kunci dari dalam! Jangan biarkan dia kabur!” “Baik, Bu!” Ferry langsung menghampiri Mirna dan menyeretnya dengan kasar. Mirna terlalu syok untuk melawan. Tubuhnya lemas, mulutnya dilakban dan pikirannya masih belum bisa menerima kenyataan Om Ronny ambruk begitu saja. "Om itu... meninggal nggak, ya...? Aduh, gawat. Jangan-jangan nanti aku disalahkan...," bisiknya pelan sambil berjalan tertatih, tangannya diikat oleh Ferry. Sementara itu, Ariani terburu-buru masuk ke ruang kerjanya yang lain. Ia membuka laci, meraih setumpuk berkas, dan mulai memilah mana yang harus dihancurkan. Wajahnya tegang. Ia tahu, kalau polisi datang, banyak

