Kabur

936 Words

Om Ronny mulai membuka bajunya. Nafasnya memburu, matanya liar seakan ingin menerkamku. Aku mundur selangkah. Tubuhku gemetar. Aku tak bisa melawan—tubuh Om Ronny besar dan gemuk, langkahnya mantap mengarah padaku. Ia mencengkeram tubuhku erat-erat. Aku merasa Jijik, tubuhnya melekat di kulitku. Napasnya yang bau alkohol bikin aku semakin mual. Saat genting ketika ia mulai mau melucuti pakaianku. Aku berdoa kepada Tuhan . " Tuhan...tolong aku." Doa singkatku kepadaNya. Tak lama kemudian om Ronny berhenti melucuti pakaianku yang sudah setengah telanjang. Lalu cengkeramannya melemah. Wajahnya berubah. Ia memegangi dadanya. Nafasnya tersengal. “Argh… s-sakit…” gumamnya. Aku tak pikir panjang. Aku lari ke luar kamar. Untung tidak terkunci. Sebelum benar-benar pergi, aku menoleh. Om

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD