Part 08

1006 Words
Penglihatan Brandon yang terakhir adalah bahwa Anna sedang memandang seluruh desain interior ruangan pesawat pribadi ini. Lalu Brandon sibuk dengan agenda nya dan pikirannya tentang kejutan ulang tahun untuk Anna. Namun saat kini Brandon kembali menoleh ke anna,Brandon berdecak kesal tak percaya karena  dia mendapati Anna sudah tertidur di sofa panjang dalam pesawat ini. "Ck... Dasar snow white! selalu saja tertidur setiap ada kesempatan." Ucap Brandon menggelengkan kepala. Brandon menatap Anna lalu tersenyum sejenak. "Cantik... Sempurna..." Ucap Brandon lirih dengan tersenyum. Namun sekali lagi Brandon menepis segala pikiran dan perasaan aneh yang timbul saat menatap Anna. Brandon mendekati Anna dan melepaskan jasnya untuk menyelimuti tubuh Anna. Lalu dia melangkah masuk ke dalam kamar yang ada di pesawat itu. Tanpa Brandon sadari, Anna sesungguhnya tidak tertidur, dia hanya memejamkan mata beristirahat sejenak. Anna tersenyum mendengar pujian dari mulut Brandon tadi. Anna juga memeluk jas Brandon yang menjadi selimutnya, lalu menghirup aroma brandon yang segar namun maskulin. "Andai kau tak pernah mencintai kak Elsa, aku tak akan pernah mengingkari perasaanku ini." Batin Anna dalam hatinya. Anna berpikir bahwa dirinya tak akan mampu bersaing dengan sosok Elsa yang sangat sempurna dimatanya itu. Ceklek Pintu kamar terbuka dan Brandon terlihat tersenyum pada Anna yang masih pura-pura tertidur. "Bangunlah! Aku tahu kau tidak tidur.   Perjalanan masih lama, sebaiknya kita makan di pesawat saja." Ucap Brandon. Flashback ON Brandon mendekati tempat Anna tertidur dan melepas jasnya. Saat hendak menyelimuti tubuh Anna dengan jasnya, dia melihat kelopak mata Anna yang bergerak dan tahu bahwa Anna tidaklah tertidur. Brandon ragu apakah Anna mendengar ucapannya yang memuji Anna tadi? Untuk menghilangkan rasa kikuknya itu Brandon memilih masuk ke dalam kamarnya. Brandon menyaksikan semua tingkah Anna melalui monitor CCTV yang ada di kamarnya. Dia melihat pergerakan Anna yang memeluk jasnya dan menghirup aroma jas itu dan wajah Anna yang semula tersenyum berubah menjadi sedih. Brandon tak mengerti apa alasan Anna bertingkah seperti itu?  "Mungkinkah Anna....????" Kalimat Brandon dalam batinnya itu tak diselesaikan tapi malah ditepis oleh Brandon. "Tak mungkin!" Batinnya lagi lalu melangkah keluar kamar. Flashback OFF Teguran Brandon barusan sangat mengagetkan Anna dan membuat Anna tersipu malu. "Oh my... Untung tadi dia tak melihat tingkahku pada jasnya ini." Batin Anna. Anna langsung duduk sambil tetap memegang jas Brandon dipangkuannya. Brandon duduk di tempatnya tadi, jauh berseberangan dengan Anna. Anna menoleh ke Brandon dan mendapati Brandon masih menatapnya. Anna menjadi salah tingkah. "Kenapa kau menatapku seperti itu?!" Tanya Anna ketus. Brandon hanya tersenyum terus menatapnya. Anna semakin salah tingkah dan akhirnya berdiri hendak melarikan diri ke kamar mandi. Anna tak sanggup menerima tatapan Brandon lebih lama. "Apakah pesawat ini memiliki kamar mandi?" Tanya Anna. Brandon hanya menunjukkan arah kamar mandi dengan telunjuknya tanpa kata-kata hanya tetap tersenyum. Anna buru-buru melangkah ke kamar mandi. "Oh my... Aku bisa gila ditatap lama seperti itu olehnya." Ucap Anna menatap pantulan dirinya yang merona di cermin kamar mandi ini. Sesaat kemudian Anna keluar dari kamar mandi setelah menenangkan diri karena tatapan Brandon. Brandon sudah sibuk dengan makanan dihadapannya. "Duduk dan makanlah. Aku tak mau kau justru sakit saat tiba di Jepang nanti." Ucap Brandon. Anna mengangguk menuruti perkataan Brandon. Mereka berdua makan dalam keheningan tanpa kata. Beberapa pramugari cantik masuk ke ruangan itu dan segera membereskan segala perlengkapan makan Brandon dan Anna yang sudah selesai makan. "Terima kasih." Ucap Anna pada pramugari di hadapannya, dan pramugari itu tersenyum sambil  menunduk hormat pada Anna.  Brandon menatap Anna kagum pada sikapnya barusan. "Tuan, apakah perjalanan ini masih sangat lama?" Tanya Anna menghilangkan kecanggungan. "Iya masih sekitar 10 jam lagi, kenapa? Kalau kau mengantuk, tidurlah dalam kamar." Jawab Brandon. "Tidak, aku hanya bosan tak melakukan apapun disini." Ucap Anna "Lalu apa yang suka kau lakukan di kamarmu selama berjam-jam saat tak ingin menemui ku?" Tanya Brandon. "Aku menonton film, makan cemilan, baca buku, dan banyak hal lainnya." Sahut Anna namun dia menutupi bagian saat dia sebenarnya memikirkan Brandon selama berjam-jam di kamarnya. Brandon melangkah menuju sebuah lemari dalam pesawat itu, dan semua yang Anna mau ada disana. LCD besar juga DVD player dan banyak kepingan DVD original berbagai genre film ada disana. Lemari yang satu lagi berisi banyak sekali buku, novel juga bahkan ada komik. Anna tercengang kagum akan semua fasilitas lengkap dalam pesawat ini. "WOW......keren sekali..." Ucap Anna terpesona, lalu berjalan mendekat ke lemari itu dan berdiri di samping Brandon. Anna tak tahu bahwa Brandon sengaja mempersiapkan semua ini untuk Anna. Saat Brandon mencari tahu hal apa saja yang membuat Anna senang, itulah saat dia memberi perintah pada Pete untuk menyediakannya juga dalam pesawat pribadinya. "Bersantai dan nikmatilah perjalanan ini supaya kau tak bosan, tapi Jangan lupa untuk beristirahat juga, supaya tak kelelahan saat tiba nanti." Ucap Brandon. "Aku boleh memanfaatkan semua fasilitas ini?" Tanya Anna dan Brandon mengangguk teraenyum, bahagia melihat Anna senang dengan apa yang dia siapkan. Entah apa yang ada di pikiran Anna, karena terlalu senangnya Anna tiba-tiba saja sedikit berjinjit berpegangan pada lengan Brandon  dan mencium pipi Brandon. Cup!          "Terima kasih Tuan..." Ucap Anna dan Brandon membeku terkejut menyipitkan matanya heran, seketika keadaan diantara mereka langsung berubah canggung. "m..maaf tuan, saya terbawa suasana senang ini." Ucap Anna yang juga kaget dengan respon yang dia lakukan barusan. Brandon tersenyum dan sedikit menunduk pada telinga Anna. "Jangan menangis kalau aku yang terbawa suasana." Cup! Bisik brandon lalu mengecup pipi Anna. Anna membeku tak mampu berkata apapun. Brandon hanya tersenyum menang menatap wajah Anna sesaat lalu berbalik melangkah menjauh dari Anna yang masih saja berdiri di situ. Brandon duduk kembali dan langsung membuka laptopnya dan melanjutkan bekerja. Anna menjadi kikuk dan canggung, namun segera memilih salah satu buku untuk dibaca dan duduk kembali namun kali ini tidak begitu jauh dari tempat duduk Brandon. Perjalanan yang lama itu akhirnya kembali hening tak ada lagi kata, masing-masing sibuk dengan kegiatan mereka. "Huuhhh... Hoooaamm..." Anna menguap merenggangkan tubuhnya, lalu menutup bukunya dan membaringkan tubuhnya di sofa lalu terlelap. Tanpa sadar kakinya menendang Brandon yang duduk tak jauh darinya. Brandon menoleh dan melihat Anna sudah benar-benar tertidur kali ini. Brandon menutup laptopnya lalu berdiri melangkah ke Anna dan mengangkat Anna ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam kamar. Brandon membaringkan Anna perlahan supaya tidurnya tidak terganggu, lalu menyelimuti tubuh Anna sebatas kaki sampai pinggang. Brandon melangkah ke sisi lain tempat tidur dan ikut membaringkan tubuhnya disana di samping Anna. Tak lama kemudian Brandon ikut memejamkan matanya terlelap.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD