Anna masih saja terdiam saat berada di dalam mobil Brandon. Selama perjalanan dia hanya diam menatap ke luar jendela melihat jalan. Brandon segera berhenti bermain game online dan meletakkan smartphone nya disampingnya. Brandon merasa aneh dengan sikap Anna yang mendadak diam tak ada protes seperti biasanya. Sepi.
"Ehem!" Brandon berdehem untuk menyadarkan Anna dari lamunannya tapi tak berhasil. Anna tetap memunggungi Brandon.
"Ehem! Ehem! Ehem!" Brandon kembali berdehem kali ini langsung berkali-kali, tapi Anna masih tetap memunggungi Brandon, namun kali ini mulai bersuara.
"Aku dengar! Tak usah diulangi terus seperti itu!" Sahut Anna tanpa menoleh ke brandon. Brandon tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Aku mau pulang. Tolong antarkan aku pulang ke rumah pantai." Pinta Anna tetap tanpa menoleh ke Brandon.
Brandon merasa tak terima diperlakukan cuek seperti itu oleh seorang gadis. Brandon langsung menarik lengan Anna supaya Anna berbalik menoleh padanya.
"Kenapa?!" Tanya Brandon kesal.
"Apanya yang kenapa?! Aku hanya ingin pulang!" Sahut Anna juga sama kesalnya sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Brandon.
"Kau kenapa?! Sedari tadi bicara tanpa melihat ke orang yang diajak bicara! Tidak sopan!" Brandon semakin kesal.
"Malas! Karena kau selalu membuatku kesal! Selalu seenaknya saja mengajakku pergi!" Sahut Anna dan Brandon hanya menatapnya tajam.
"Lepaskan! Tanganku sakit!" Ucap Anna sambil merintih, Brandon segera melepaskan cengkeramannya.
"Pete, kita ke rumah pantai milik Xander!" Ucap Brandon pada Pete dan langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Pete yang melihat dari spion.
Saat sudah tiba di rumah pantai milik Xander, Anna langsung masuk ke dalam kamarnya tak peduli pada Brandon yang celingukan bingung mau melakukan apa di rumah yang sepi ini karena semua anak yang lain pasti masih di sekolah mereka. Akhirnya Brandon pergi dari rumah itu, karena paham bahwa Anna tak akan keluar dari kamarnya sampai waktu yang lama. Kekanakan memang, tapi Brandon mengingat lagi usia Anna masih 19 tahun.
"Pete, suruh pengawal kita juga berjaga di sekitar rumah pantai ini, bahkan kalau perlu tambah personil untuk berjaga di sekitar pantainya juga!" Perintah Brandon dan langsung dilakukan oleh Pete sebelum kembali menyetir mobil untuk pergi dari rumah itu.
***
Kini sudah 6 minggu lamanya Anna selalu menolak diajak pergi oleh Brandon, bahkan di kampus pun Anna sampai pernah mengancam pada Brandon bahwa dia akan meneriaki Brandon sebagai p********a. Saat Brandon ke rumah pantai, Anna selalu masuk ke dalam kamarnya dan tak keluar lagi sampai Brandon pergi. Bahkan Brandon rela bolak-balik New York-Toronto-New York demi bertemu Anna. Entah apa alasannya, Brandon hanya beranggapan bahwa ini sebagai permintaan maafnya karena selalu membuat Anna kesal.
Brandon sudah jengah dan sangat kesal dengan sikap cuek Anna padanya. Kali ini Brandon tak mau kalah dan mengalah lagi. Brandon akan mengajak Anna berlibur ke Jepang, sekaligus menemani Brandon pada pernikahan rekan kerjanya. Brandon segera menghubungi Xander untuk meminta ijin.
"Halo!!" Angkat Xander dengan nada kesal.
"Hai sobat, kenapa nadamu gak bersahabat gitu sih?" Keluh brandon
"Bukan urusanmu!!! Ada apa?!"
"Ehm...sepertinya masih ada yang belum dapat jatah nih dari si sexy Elsa" Brandon menggoda Xander.
"Berisik!!! Cepat katakan ada apa?!"
"Aku mau mengajak Anna berlibur sekitar 3 hari, boleh?"
"Terserahlah !!! Lagipula Anna sudah dewasa, asal kau nikahin aja dia kalau sampai hamil."
"Gila!! Siapa yang mau menghamili Anna?! Dasar otakmu sekarang isinya hanya s*x saja. Oke deh thanks ya... salam buat Elsa." Ucap Brandon langsung mematikan sambungan telepon.
Ijin sudah dia terima, sekarang hanya tinggal memaksa Anna bagaimanapun caranya. Brandon tak ingin menghadiri pernikahan rekannya dengan datang seorang diri.
"Beres, aku sudah mendapat ijin Xander. Ayo berkemas!" Ucap Brandon tersenyum.
"Tapi Tuan... Anda belum meminta ijin pada kak Elsa." Sahut Anna.
"Sudah 20 menit berlalu dari aku menelpon Xander, dan Elsa tak meneleponku balik sepeti yang sebelum-sebelumnya, itu brarti dia juga setuju." Ucap brandon.
"Nggak bisa tuan, aku harus memastikan kak Elsa juga mengijinkan aku pergi dengan anda." Ucap Anna.
"CK! sepertinya kau hanya mencari alasan saja, sama seperti sebelumnya. Katakan apa aku kurang tampan sehingga kau selalu menolakku? Kau malu pergi denganku?" Tanya Brandon mencecar dan semakin mendekat pada wajah Anna.
"Eh... Jangan dekat-dekat Tuan." Anna menahan tubuh Brandon dengan tangannya di d**a Brandon. Hembusan nafas Anna mulai tak teratur dan wajahnya semakin merona menunduk. Brandon hanya tersenyum geli melihat tingkah Anna saat gugup.
Brandon memegang tangan Anna yang menempel di dadanya, namun langsung ditarik oleh anna, membuat Brandon semakin maju mendekat tanpa ada benteng penahan, Anna melangkah mundur dan terus mundur saat Brandon tetap melangkah semakin mendekatinya.
"Tuan, apa yang akan kau lakukan? Stop! Jangan mendekat! Tuan sadarlah! aku masih 19tahun, aku masih ingin kuliah dan meraih mimpiku... Tuan... Aaaaachhhh...!!!" Byuuuuurrrr!!! Ucapan Anna berakhir dengan tercebur di dalam kolam renang.
Brandon hanya tertawa menang melihatnya lalu pergi masuk ke dalam rumah pantai milik Xander ini.
"Sial! Sial! Sial! Dia selalu mengerjai ku! Lihat saja nanti akan kubalas kau! DASAR OM-OM GILA!!!!" sumpah serapah Anna marah dari dalam kolam renang, namun tidak didengarkan oleh Brandon.
"Sampai kapanpun aku tak akan mau pergi denganmu!" Marah Anna sambil naik keluar dari kolam renang, lalu masuk ke dalam rumah.
"WOOOO.... Kau sengaja menggodaku dengan pakaian seperti itu?" Ucap Brandon terkekeh melihat pakaian Anna yang sangat transparan karena basah kuyup sehingga memperlihatkan lekukan tubuhnya dalam pakaian dalam berwarna pink.
"Tutup matamu! Atau aku akan laporkan kau ke kak Elsa dengan tuduhan pelecehan s****l dan p********a!!!" Ucap Anna geram dan langsung berlari masuk ke kamar. Brandon hanya tertawa melihat kelakuan Anna.
"Ck...bagaimana ini kalau dia tetap memaksaku untuk ikut dengannya?!" Keluh Anna panik dari dalam kamarnya.
Tok...tok.....tok.....
"Cepatlah Anna! Atau akan kudobrak pintu ini dan menggendongmu sampai di dalam pesawat!" Teriak Brandon dari depan pintu kamar Anna.
"Anna kumohon, sekali ini saja aku butuh bantuanmu untuk menemaniku pergi ke pernikahan temanku. Kumohon keluarlah.." Pinta Brandon dengan suara yang pura-pura memohon padahal raut wajah aslinya sedang mengejek.
Anna akhirnya keluar dari kamarnya dan Brandon langsung tersenyum.
"Aku mau ikut tapi dengan syarat kau tak boleh menyentuhku sedikitpun! Setuju?!" Ucap Anna dan Brandon langsung mengangguk semangat beberapa kali tanpa keluar jawaban apapun dari mulutnya.
Mereka akhirnya menuju ke bandara untuk perjalanan ke Jepang sesuai rencana Brandon. Selama di pesawat, Brandon dan Anna duduk berjauhan. Brandon hanya tersenyum dengan segala gerak gerik Anna yang menatap kagum sekeliling ruangan dalam pesawat mewah milik Brandon ini. Anna mengagumi sampai tanpa sadar mulutnya menganga, membuat Brandon merutuk dirinya sendiri saat tubuh bagian bawahnya berkedut.
"s**t!!! Kenapa kau selalu menggoda juniorku dengan bibir seperti itu sih?!" Ucap Brandon dalam batinnya.
"Tuan, pesawat anda sungguh mewah sekali... Hampir semewah milik Tuan Xander." Ucap Anna terpesona.
"Ini baru satu, kau belum melihat jet yang paling aku sayangi." Sahut Brandon membuat bibir Anna semakin menganga.
"Tutup bibirmu! Jangan membuatku mengingkari janjiku tadi!" Ucap Brandon lalu Anna otomatis langsung mengatupkan bibirnya.
Brandon mulai melihat jadwal kerjanya, disana ada sebuah tanggal yang dia lingkari dengan tinta merah.
Tertulis "Anna's Bday" Brandon langsung tersenyum. Selama 2 bulan ini dirinya selalu mencari tahu segala hal tentang Anna. Brandon mencari tahu hal apa yang bisa membuat Anna tidak lagi mengacuhkannya. Anna akan berulang tahun 2 hari setelah mereka pulang dari Jepang. Terlintas sebuah rencana dalam pikiran Brandon untuk ulang tahun Anna.