Part 10

1110 Words
Anna setengah mati menahan rasa sakit yang hadir, dan menahan air mata itu supaya tidak mengalir. Sesungguhnya Anna sudah jatuh cinta pada  Brandon sejak awal bertemu di Toronto dulu dalam masa pelarian Elsa. Namun ditepis dan dibuang jauh-jauh saat tahu Brandon mencintai Elsa dan sedang berjuang mendapatkan Elsa. Tangan Brandon tiba-tiba meraih tangan Anna yang ada dipangkuan Anna, dan menggenggamnya. "Menangislah saat mimpi itu hancur, tapi tetaplah miliki mimpi baru dalam hidupmu, supaya jiwamu tidak mati dalam raga yang hidup ini." Ucap Brandon lembut.   Anna tak berhasil menahan air matanya, sehingga mengalir di pipinya. Brandon mengusap air mata di pipi Anna dengan lembut. "Kau masih muda, kau cantik, kau smart, jadi jangan menyerah hanya pada satu atau dua mimpi yang gagal." Ucap Brandon lagi tersenyum.   Sebenarnya tiga mimpi yang sudah gagal dalam hidup Anna, yang ketiga adalah mimpinya untuk Brandon juga bisa mencintainya, tapi nyatanya itu sudah milik Elsa bukan dirinya. "Sudahlah jangan menangis, wajahmu jadi jelek sekali." Goda Brandon, Anna hanya tersenyum. Brandon terpesona melihat senyum Anna yang menatap dirinya.   Cup. Brandon memberikan sebuah kecupan di pinggir bibir Anna. "Maaf hanya terbawa suasana." Ucap Brandon sambil terkekeh karena menirukan kalimat Anna saat mengecup Brandon tanpa sadar. Anna berdecak kesal karena kecupan Brandon "Ck..alasan!" Ucap Anna kesal namun tak bisa membantah karena itu kalimatnya juga. Brandon hanya tersenyum. Lalu berdiri mengambil sebotol minuman dan menuangkannya untuk Anna. "Minumlah." Ucap Brandon menyodorkan gelas wine itu pada Anna. "hmm...enak." ucap Anna setelah menyesap wine seteguk. "Aku tahu kau akan menyukainya." Ucap Brandon bangga karena berhasil memenuhi segala kesukaan Anna. Anna memanglah penggemar wine, begitu info yang Brandon dapatkan. Brandon melihat ke arah jam tangannya. "Anna, sebaiknya kau segera mandi dan bersiap diri, karena 3 jam lagi kita akan tiba di Tokyo, dan karena perbedaan waktu antara New York dan Tokyo sangat banyak, maka begitu tiba kita harus segera menghadiri resepsi pernikahan temanku." Ucap Brandon. "Aku sudah menyiapkan beberapa gaun dan kau bisa memilihnya, ada di dalam kamar yang itu. Bersiaplah." Ucap Brandon lagi sambil menunjukkan kamar yang ada dipojok, bukan kamar yang tadi dia tidur. Anna mengangguk lalu melangkah meninggalkan Brandon.   Tok..tok..tok... "Anna, kau sudah siap? Kita sudah mendarat." Brandon mengetuk pintu ruangan Anna. Ceklek Anna membuka pintu lalu tersenyum dan Brandon sangat terpesona dengan kecantikan dan sexynya Anna. Pakaian Anna tidak terlalu terbuka namun tetap kelihatan sexy. "Kau siap?" Tanya Brandon tersenyum. Anna mengangguk lalu Brandon meraih tangan Anna dan menyelipkannya di lengan Brandon.   "Ingat! berlakulah sebagai kekasihku dan jangan memanggilku Tuan! Satu hal lagi, tetaplah disampingku. Aku tak ingin terjadi apapun denganmu." Pesan Brandon sebelum melangkah turun dari pesawat. Anna hanya mengangguk saja. "Siapa juga yang ingin jauh darimu?! Ouh kenapa dia harus setampan ini sih?!" Batin Anna dalam pikirannya.   Saat memasuki ballroom mewah di salah satu hotel termewah di Tokyo ini, Brandon dan Anna langsung mendapat perhatian dari seluruh tamu disitu. Brandon segera melingkarkan tangannya di pinggang Anna, seolah ingin mengatakan bahwa dialah pemilik gadis cantik ini. Setelah berpose sesaat untuk souvenir dari mempelai, mereka berdua melangkah menuju pelaminan dimana teman Brandon sebagai mempelai berdiri disana.    "Thank you Brandon, kau sudah mau datang ke pernikahanku.  Apakah dia kekasihmu? Akhirnya setelah sekian lama ada juga yang mengikat hatimu. Cepatlah kau ikat dia sebelum terlambat, sepertinya banyak mata disini yang ingin merebutnya darimu." Ucap mempelai pria. Brandon tertawa mendengar nasehat temannya itu. "Kau tunggu saja waktunya." Jawab Brandon lalu menjabat berpelukan ala pria.   Setelah memberi ucapan selamat, Brandon segera melangkah dan tangannya selalu menggenggam tangan Anna. Saat menyapa kolega nya, Brandon selalu melingkarkan tangannya di pinggang Anna, karena setiap mata pria para kolega Brandon itu selalu jelalatan menatap Anna. "Sepertinya kau justru yang menjadi pusat perhatian malam ini dibandingkan si mempelai wanita." Ucap Brandon berbisik pada Anna. "Untung aku tak jadi memakai gaun yang berwarna biru.. fiuhh..!" Sahut Anna berbisik lega. "Kenapa dengan gaun biru itu?" Tanya Brandon berbisik penasaran. "Sangat kekurangan bahan.." sahut Anna berbisik. Pikiran Brandon langsung mencoba membayangkan Anna dengan gaun biru itu, dan langsung berkedut di bagian bawahnya. Brandon tersenyum sendiri dengan pikirannya. Anna pun menatapnya heran. Brandon segera mengalihkan pikirannya dari bayangan sexy nya Anna. Brandon mengambil 2 gelas berisi wine yang ditawarkan oleh pelayan di pesta ini, lalu memberikan satu pada Anna. "Apa kau merasa nyaman berada disini?" Tanya Brandon masih dengan berbisik. "Sebenarnya aku merasa lelah dan kurang nyaman dengan tatapan para om-om genit disini. Tapi kalau kau masih harus berada disini, tak masalah aku akan buat diriku nyaman." Sahut Anna lalu menyesap wine ditangannya lagi.   Brandon segera mengambil gelas di tangan Anna dan meletakkan gelas mereka di atas sebuah meja. "Kita pergi dari sini. Kita makan di hotel saja supaya kau bisa langsung beristirahat. Besok baru aku akan mengajakmu keliling Tokyo." Ucap Brandon dan Anna hanya menurut.  Brandon menggenggam tangan Anna dan mengajaknya melangkah ke arah pintu keluar.  Namun saat hampir berada di pintu keluar, langkah Brandon dihentikan oleh beberapa pengawal. "Tuan, anda tidak diperbolehkan pulang sebelum bertemu dengan tuan kami." Ucap salah satu pengawal itu. Brandon segera mengenali siapa yang menjadi bos mereka, lambang pisau hitam berdarah. "Maksudmu Alvaro?" Tanya Brandon. "Sampaikan pesanku pada Tuan Alvaro. Aku hanya mau ditemui di Toronto, bukan disini. Disini aku berlibur bukan untuk bisnis." Ucap Brandon dan langsung melangkah berjalan keluar sambil merangkul erat Anna di sampingnya.   Door! Suara tembakan dilepaskan saat Brandon dan Anna hampir sampai di mobilnya. "AAAA!!!" Teriak Anna memeluk Brandon ketakutan. "Siapa dia? Kenapa dia menembaki kita?"tanya Anna bergetar ketakutan. Brandon langsung membawa Anna masuk ke mobil dan memberi kode pada Pete lalu menutup pintu mobil segera, tanpa ikut masuk ke dalam mobil. "Brandon, kau mau kemana?!" Terdengar Anna berseru panik dari dalam mobil sebelum pintu tertutup karena Brandon tak ikut masuk ke mobil. Mobilpun langsung bergerak pergi meninggalkan Brandon.   Brandon menoleh ke belakang dan melihat Alvaro sudah berjalan mendekatinya. "Apa kabar sobat lamaku?" Sapa Brandon tetap tenang. "Beraninya kau mengacuhkanku huh?!" Ucap Alvaro kesal        "Sorry, aku tak melihatmu saat di dalam." Ucap Brandon. "Katakan apa mau mu?!" Tanya Brandon membuat Alvaro tertawa keras. "Aku ingin wanitamu tadi!" Sahut Alvaro. "Dia bukan wanitaku, jadi kau tak bisa memintanya padaku." Sahut Brandon. "s**t!!! Pokoknya aku ingin dia!!!" Ucap Alvaro mulai emosi. "Ck.! Kau seperti bocah yang meminta permen saja! Silahkan kau usaha sendiri untuk mendapatkannya. Aku tak bisa memberikannya padamu karena dia bukan milikku!" Sahut Brandon tetap tenang, padahal hatinya sudah penuh amarah saat Alvaro menginginkan Anna. "Lalu siapa pemiliknya?!"tanya Alvaro. "Usahalah sendiri untuk mendapatkannya." Sahut Brandon.   Mobil brandon yang lain lagi sudah tiba di dekatnya, dan Brandon segera masuk ke dalam mobil itu. Namun sebelum menutup pintu, Brandon sempat berpesan pada Alvaro. "Sekedar mengingatkan saja sebagai sahabat. Wanita itu bisa membuatmu miskin dalam waktu sekejap. Berhati-hatilah jika ingin mendapatkannya." Ucap Brandon yang tak dimengerti oleh Alvaro. Brandon segera menutup pintu mobilnya dan menyuruh sopir untuk langsung melaju pergi dari tempat ini. "Kau sudah berani main-main denganku Alvaro. Lihat saja besok kau akan langsung kehilangan setengah  hartamu!" Geram brandon dan tangannya sudah mengepal keras di dadanya.   "Anna milikku, tak seorangpun boleh menyentuhnya, mendekatinya ataupun memikinya!" Batin Brandon geram dalam hatinya tanpa sadar.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD