Sisi Lain Dia

1211 Words

Dalam balutan terik matahari siang yang seketika menerpa ketika aku turun dari taxi, aku mendongakkan kepalaku. Perusahaan Hadikusumo yang menjulang tinggi, tidak pernah terbayangkan sekalipun dalam kehidupanku yang biasa dulu, bahwa perusahaan ini adalah milik suamiku. Aku melangkahkan kaki ke dalam, seorang security menghalangiku. Tetapi setelah melihat dari dekat dia seketika menunduk hormat dan mengantarkan aku ke lift. Security itu bahkan mengantarku sampai ke lantai yang aku pikir ruangan tuan muda. Di depan ruangan yang barang-barangnya berpelitur indah dan terlihat elegan, ada seorang lelaki yang menatapku sampai menganga kaget. Dengan segera memberi hormat. Aku menghela nafas, sejak dari lobi tadi entah sudah berapa orang yang memberi hormat padaku. Sesuatu yang belum pernah aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD