38

1047 Words

Kapal kayu yang Dean tumpangi akhirnya menepi. Leon, Adnan, dan Arman menyambut kedatangan Dean di tepi pantai. Dirinya merasa menjadi seperti seorang tamu kehormatan yang akan disambut dengan kalung yang terbuat dari untaian bunga. Rasanya enggan sekali untuk keluar dari kapal dia merasa menjadi pengkhianat karena meninggalkan teman-temannya di Pulau Marai. Sekeras apa pun Bustami membujuk dan untuk turun lelaki itu bergeming. Memilih duduk di geladak kapal dan menatap langit yang bersih tanpa awan. "Setidaknya turunlah dan bantu kami untuk menghentikan persembahan Dewi laut di Pulau Marai," mohon Bustami. "Kenapa harus dihentikan? Biarkan saja mereka, kita tak perlu ikut campur," ucap Dean. "Karena persembahan itu akan memakan korban sebagai tumbal dan tumbal itu adalah salah satu d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD