37

1067 Words

"Kak harusnya kita jangan lari kayak gini, kakak nggak lihat gimana Dean dibawa sama makhluk itu?" Vallen berhenti dia berusaha melihat ke belakang dari tempatnya kini berdiri dan digiring menuju kapal. Kapal yang berbentuk tengkorak besar. Dia membayangkan ngerinya bajak laut tidak semengerikan kapal yang sekarang membawa Dean. "Kita nggak punya kekuatan apa-apa untuk nyelamatin Dean, sekarang kita selamatkan aja diri sendiri." "Lo egois Ka Dean bela-belain nolong kita dan balik lagi padahal dia sudah hampir selamat. Demi menyelamatkan kita dia gak peduli keselamatannya sendiri, lo liat sendiri gimana Dean diseret dan diambil oleh itu makhluk, lo malah diam aja, malah kabur." Emosi Valen tidak terkendali dia menangis sekencang dia bisa. Pandangannya memburam karena air mata, dia berl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD