KAMPUNG ASING

1084 Words

"Terima kasih banyak atas bantuan Ustaz. Insyaallah saya akan lakukan semua saran Kiai dan Ustaz," balas Esih penuh hari. Kini, Ustazah Annisa dan Kang Engkus berpamitan kepada Ustaz Hamid. Ketiga orang lalu berjalan menaiki speed boat. Ustaz Hamid memandang kepergian mereka sambil berdoa. Esih duduk di sebelah seorang ibu berjilbab yang membawa anak kecil. Speed boat mulai berjalan meninggalkan dermaga. Esih mulai memejamkan mata. Dia biasa akan mabok saat melakukan perjalanan jauh, apalagi ini adalah perjalanan laut rawan goncangan dan ternyata perkiraannya tidak terbukti. Nakhkoda berhasil membawa speed boat kalem dan terarah mengikuti ombak yang terkena angin. Aroma yang tercium di hidung antara kesegaran hawa lautan dengan sungai. “Mau ke mana, Dek?” tanya ibu di sebelah Esih semb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD