KEMELUT YANG TERJADI

1032 Words

"Kenapa bertanya seperti itu?" "Kamu tidak pernah keluar rumah selain ke kampus. Jadi untuk apa aku bertanya? Sudah pasti kamu mau pergi kuliah." "Lalu kenapa Anda bertanya pada saya? Kan sudah tahu jawabannya," balas Esih ketus. Wanita ini tertawa dalam hati karena telah berhasil membuat Hendrik skakmat. "Aku pikir kamu mungkin saja ingin ke rumah sakit." "Saya baru pulang dari rumah sakit kemarin. Gak mungkin juga pergi ke sana lagi." "Kamu benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat." "Saya gak berubah. Saya hanya lupa seperti apa sebelumnya. Daripada saya bingung dan sakit kepala mengingatnya. Lebih baik saya menjadi sosok apa adanya saja." "Huh! Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Aku tidak peduli." "Terima kasih telah memberi saya kebebasan. Itu artinya, saya gak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD