Esih langsung tak berkedip mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Euis. Sesekali ia akan beristighfar dan menutup mulut sebab tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan. “Aa' Tara tidak pernah bilang kalo kasih sembako ke Asep. Apalagi uang," ujar Esih dengan raut wajah bingung. "Entar coba cari tahu, apakah Hendra juga dapat perhatian seperti Asep juga?" "Iya, juga. Hendra itu tinggal dengan saudaranya. Rumahnya dekat dengan Kang Engkus. Coba aku minta tolong Kang Engkus untuk tanya ke saudara Hendra." “Esih, gimana kalo minta tolong sama Pak Ustaz? Siapa tau beliau bisa membantu." Euis memberi saran Esih menggelengkan kepala. “Tidak untuk sekarang, Euis. Setidaknya, aku harus mencari informasi sebanyak-banyaknya dulu. Biar enggak heboh duluan. Apalagi ini termasuk aib keluarg

