
Mawar memang indah. Berkelopak merah merona, cantik seperti memandang cinta pertama. Namun di bawah keindahannya, tangkai bunga itu penuh duri yang tajam, siap menusuk semua orang yang menggenggamnya.Itulah analogi yang Callan berikan bagi istrinya, Myra Rosean. Callan Lavendar, raja baru Avendra yang berhasil merebut kekuasaan paman Myra dalam satu malam. Tidak ingin tertusuk duri, sang raja lantas membangun tembok benci. Menjauhi dan menelantarkan sang mawar, yang terus berusaha mekar tanpa cinta.Mampukah Myra, mantan pewaris takhta Avendra bertahan? Karena semua orang, termasuk suaminya, ingin melihatnya layu. Layu dan membusuk.
