Bab 8. Anakku Ingin Direnggut Olehnya

1525 Words
Setelah tiba di dalam ruang UGD, Abian tersenyum kala melihat sang istri yang sudah membuka kedua matanya yang sebelumnya hanya tertutup. "Drey, apakah kamu sudah baik-baik saja?" tanyanya pada Audrey setelah duduk di tepi brankar rumah sakit. "Iya, Bie!" jawab Audrey dengan suara yang lemah sebab ia belum benar-benar pulih. "Syukurlah, Drey!" ucap Abian sambil tersenyum. "Drey!" Panggilan Felix membuat Audrey dan Abian segera menatap ke arah pintu. Di detik berikutnya, Felix menarik Abian agar menjauh dari Audrey dan kemudian ia duduk di tepi brankar setelah berhasil mengusir Abian dari sana. "Aku mau kamu ceraikan Audrey dan kembalikan Audrey kepadaku!" pinta Felix pada Abian dengan tatapan tajamnya. "Enggak! Tadinya memang aku sudah rela, tapi sekarang nggak!" tolak Abian dengan tegas. "Dia istriku dan dia sedang mengandung anakku! Jadi, terserah aku mau berbuat apa padanya tadi!" ucap Felix. "Aku nggak akan pernah melepaskannya untukmu!" jawab Abian dengan tegas. "Drey, apa kamu mau kembali pada Kak Felix?" tanya Felix pada wanita yang masih terbaring lemah di atas brankar. "Aku sangat ingin kembali, tapi nggak mungkin aku meninggalkan Bie yang sudah sangat berjasa dalam hidupku!" jawab Audrey seraya menatap pria yang masih sangat ia cintai itu dengan tatapan sendu. "Anak itu adalah anakku! Jadi, jika kamu nggak mau kembali padaku, maka aku akan mengambil hak asuh anak itu!" ancam Felix. "A—apa?" Audrey terkejut setelah mendengar ancaman Felix. Felix terdiam, sebagai seorang pria yang mencintai wanitanya, tentu saja ia tidak ingin membuat wanitanya sakit hati dan sedih, namun ia harus melakukan hal ini demi untuk mendapatkan haknya. "Iya, aku adalah ayahnya dan aku punya hak atasnya!" jawab Felix seraya membuang pandangannya ke sembarang arah, pria itu tak bisa menatap mata Audrey sebab ia lemah dengan kesedihan Audrey. "Kak Felix tega merebutnya dariku? Dari ibu kandungnya?" tanya Audrey pada Felix. Felix hanya bisa diam, ia tidak bisa menjawab apa-apa sebab sebenarnya ia juga tidak tega memisahkan anak dan ibu kandung. "Kak Felix ingin menyakiti hati Drey? Kakak ingin mengambil buah hati Drey?" tanya Audrey lagi pada Felix yang hanya diam membisu. "Aku yang lebih dulu sakit hati, Drey! Aku hilang selama beberapa hari dan aku kembali padamu, namun aku justru harus melihat kamu bersanding dengan pria lain dan sekarang kamu berat hati melepas pria itu demi aku!" jawab Felix seraya menahan air matanya, ia tidak ingin kehilangan harga diri di depan Audrey dan Abian. "Tapi Drey yang telah mengandung dan mungkin akan melahirkannya, jadi tolong jangan ambil dia dari Drey!" pinta Audrey pada Felix dengan penuh harap. "Keputusanku sudah bulat, Drey! Aku tunggu dipersidangan enam bulan lagi!" jawab Felix yang kemudian pergi dari sana tanpa melihat wajah Audrey. "Bie, aku nggak mau kehilangan anak ini! Aku nggak mau Kak Felix mengambil anakku!" ucap Audrey sambil terisak. "Drey, dipersidangan sudah pasti kamu yang menang, sebab anak bayi memang harus ikut ibunya. Jadi, kamu tenang saja ya!" jawab Abian yang mencoba menenangkan Audrey yang sedang takut anaknya akan diambil. "Waktu bayi mungkin saja bisa, tapi manti ketika dia menjadi bocah, tentu Kak Felix akan mengambilnya dariku, terlebih keluarganya punya foto dan video tentang perselingkuhan palsu itu!" ucap Audrey. "Jangan takut dia akan di ambil! Tapi jika memang Felix menang beberapa tahun lagi, maka ikhlaskan dia! Kamu masih bisa bersamanya kapanpun kamu mau, kan?!" jawab Abian. "Enggak, Bie! Aku akan kesepian nantinya!" ucap Audrey. "Kamu kan bisa hamil lagi dan punya anak lagi jad—" "Apa katamu? Hamil? Hamil sama siapa?" tanya Audrey dengan nada tinggi seraya menghentikan ucapan Abian. "Mungkin beberapa bulan lagi aku akan bisa membuatmu jatuh cinta dan melupakan pria itu!" jawab Abian. "Enggak! Aku nggak akan pernah melupakan Kak Felix! Aku juga nggak akan pernah bersamamu, aku nggak mau mengandung anak orang lain selain anak Kak Felix!" tolak Audrey dengan tegas. Mendengar penolakan dari Audrey membuat Abian terdiam, hatinya hancur dan retak kala secara tidak langsung Audrey telah menghina cintanya yang suci. "Jika kamu mau punya anak, maka tinggalkan aku dan menikahlah dengan wanita lain sebab aku nggak bisa mewujudkan impianmu!" ucap Audrey. "Aku bukan wanita yang baik, jadi kamu bisa mencari wanita yang jauh lebih baik daripada aku!" lanjut Audrey. Keesokkan harinya, Diandra sedang menyuapi menantunya di sebuah ruangan rawat inap rumah sakit. "Bie, apa yang sebenarnya terjadi kemarin siang? Bukankah kalian kemarin siang hanya ke restoran?" tanya Satria pada putranya yang belum menceritakan peristiwa kemarin. "Enggak perlu dipertanyakan, Pa. Lebih baik kita berangkat dinas sekarang saja!" jawab Abian yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan. "Bie, kami berdua berhak tau apa yang terjadi pada Drey!" sahut Diandra. "Nanti akan Bie ceritakan!" ucap Abian yang sudah rapi dengan seragam TNI AD serta rompi anti peluru yang melekat di tubuhnya. Abian kemudian beranjak pergi dari sana tanpa sepatah kata apapun. "Dia mungkin belum mau cerita, tapi kamu tentu tahu tentang apa yang menimpamu, kan? Jadi, tolong ceritakan pada kami!" pinta Satria pada menantunya agar menceritakan seluruh kejadian kemarin. "Apakah jawabannya begitu penting bagi Papa dan Mama?" tanya Audrey pada Satria dan Diandra seraya menatap kedua orang itu dengan tatapan sendu. "Iya, Drey! Sebab tadi dokter bilang bahwa kamu sakit karena terjatuh dan sepertinya kamu jatuh akibat dorongan!" jawab Diandra. "Kalian tanyakan saja pada Bie! Dia tahu semuanya!" ucap Audrey yang justru melempar jawaban pada Abian. "Bie nggak melakukan kekerasan padamu, kan?" Pertanyaan Satria membuat Audrey langsung menatapnya sang papa mertua dengan tatapan sendu, namun ia hanya menatap tanpa berkata sebab ia tidak ingin mengatakan urusan pribadinya pada kedua mertuanya. "Sebaiknya Papa tanyakan saja pada suamiku!" jawab Audrey yang lagi-lagi memanfaatkan nama Abian agar terhindar dari pertanyaan yang sulit untuk ia jawab itu. "Drey, ceritakan semuanya saja! Jangan takut bila Bie memang salah, katakan saja pada papa!" pinta Satria. "Ini urusan pribadiku dengan Kak Felix dan Abian, aku nggak mau ceritakan ini kepada siapapun!" batin Audrey. *** Siang hari kemudian, Abian masuk ke dalam ruangan Mayor Armada Satria setelah Satria memangilnya melalui sambungan telepon seluler. "Papa memangil Bie?" tanya Abian pada Satria sebelum ia duduk di kursi depan Satria. "Ya, duduklah!" jawab Satria dengan suara lantang. Abian kemudian segera duduk di kursi yang terletak tepat di depan papanya itu sambil menaruh kedua tangannya di atas meja yang menjadi dinding pembatas mereka berdua. "Ada apa, Pa?" tanya Abian pada papanya. "Apa yang kamu lakukan pada Drey kemarin siang?" tanya balik Satria dengan tegas pada Abian. "Sudah Bie bilang jika Bie malas membahas hal itu, lagipula itu nggak terlalu penting, Pa!" jawab Abian. "Istrimu masuk rumah sakit akibat jatuh dan dia jatuh karena di dorong dan itu artinya istrimu sudah mengalami kekerasan, dan kamu bilang itu nggak penting?" marah Satria pada putranya yang sudah menganggap sepele padahal masalah ini adalah hal yang besar dan sebagai seorang suami, Abian seharusnya menjadi tameng untuk istrinya. "Bie sudah menyelesaikannya kemarin, Pa!" jawab Abian sambil menatap Satria dengan tatapan sendu. "Siapa pelakunya? Apakah kamu sendiri pelakunya?" tanya Satria pada putranya langsung pada intinya. "Papa ini bicara apa? Mana mungkin Bie menyakitinya, Papa tentu tahu bila Bie putra Papa ini adalah pria yang bertanggung jawab! Dan pantang bagi Bie memukul seorang wanita!" sangkal Abian dengan sangat tegas. "Lalu siapa pelakunya?" tanya Satria pada putranya. "Bukankah Drey hanya keluar denganmu?" lanjut Satria seraya menatap putranya dengan tatapan tajam. Abian kemudian menundukkan kepalanya sejenak sembari menarik nafasnya dan kemudian ia mengangkat kepalaku kembali untuk menatap Satria. "Felix pelakunya, Pa. Bukan Bie! Kemarin terjadi pertengkaran antara Bie dan Felix di restoran!" jawab Abian. "Dalam kemarahannya, Felix menangkis tangan Audrey yang hendak memegangnya sehingga Audrey kehilangan keseimbangan dan jatuh, perut Audrey juga membentur kaki meja!" lanjut Abian. *** "Aku bisa mengerti perasaanmu, Felix! Kamu tentu sakit hati sebab telah dikhianati oleh sahabatmu sendiri!" ucap Devina setelah Felix curhat padanya. "Tapi Audrey katanya masih cinta dan ingin kembali, lantas mengapa dia nggak kembali juga dan memilih sahabatmu? Atau jangan-jangan dia juga cinta pada sahabatmu itu?" lanjut Devina. "Cinta?" Felix menanyakannya arti makna cinta yang Devina cetuskan tadi. "Ya, mungkin saja Audrey juga mencintai Abian. Jadi, dia nggak mau meninggalkan Abian, kan?" jawab Devina. "Apa mungkin Audrey telah mengkhianati diriku juga?" tanya Felix di dalam hatinya. Felix mulai memiliki pikiran negatif pada wanita yang sangat ia cintai karena perkataan sang mantan pacar yang kini sudah menjadi rekan bisnisnya itu. "Karena nggak mungkin sih dia mau bertahan hanya karena ingin balas budi! Bukankah cinta di atas segalanya? Dan bila dia mencintaimu maka dia akan kembali padamu!" lanjut Devina yang semakin membuat suasana hati Felix tidak karuan. "Iya, Felix! Bibi rasa ucapan Devina ada benarnya!" ucap Mawar yang tiba-tiba datang menghampiri keponakan dan teman kerja keponakannya itu. "Sebenarnya aku nggak ingin membuat hubungan kalian tambah panas, tapi sebagai teman aku hanya bisa memberikan pendapat dan hanya itu pendapatku!" ucap Devina sambil memasang tatapan sendunya. "Bibi rasa Audrey sudah mencintai Abian sesuai dengan pendapat Devina sebab ia mau menikah dengan Abian sebelum masa iddah selesai! Dan dia juga nggak mau meninggalkan Abian saat ini! Apa alasannya jika bukan karena cinta?" sahut Mawar yang semakin membuat suasana hati Felix semakin panas. Namun, Felix hanya diam, pria itu tidak bisa berkata-kata lagi sebab suasana hatinya sedang tidak baik saat ini. Satu sisi ia percaya pada Audrey yang masih mencintainya, namun di sisi lain banyak bukti yang menunjukkan bahwa Audrey ingin meninggalkannya dan mungkin Audrey juga mencintai Abian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD