Puzzles 25. Terbuai Dunia Khayalan

2605 Words
Angga menyapa Arya dan Syila yang masih duduk di tepi pantai menunggu kedatangan Angga. Mereka melontarkan senyum ketika Angga mulai menyapa mereka. Walau dalam benak Angga tersimpan banyak pertanyaan melihat kehadiran dua sahabatnya yang tiba-tiba ada di sana. “Hai, Angga! Atraksi Kamu keren banget!” sahht Arua sembari berdiri dan bersalaman dengan Angga. “Makasih banget, Bro!” Angga mulai melihat ke arah Syila yang tampak berbeda dari biasanya. Gadis yang biasanya terlihat ceria, manja, dan cewek banget itu, saat ini terlihat lesu pucat dengan rambut yang digerai dan memeluk boneka beruang. Angga merasa ada sesuatu yang aneh yang terjadi dengan mereka. “ Hai ... Angga!” sapa Syila dengan Ucapan yang lembut. “Hei! By the way kalian kok tiba-tiba ada di sini? Memangnya kalian tahu di mana tempat yang biasanya aku kunjungi? Tapi serius ini surprise banget sih.” Angga mulai curiga dengan keberadaan mereka. Padahal semua yang sedang Anda lakukan di sana adalah sesuatu yang semu. Karena nggak masuk ke dimensi pusaran mimpi Syila. “Angga! Memangnya kamu sering datang ke tempat ini?” Arya mulai untuk membujuk Angga dan mengingatkan Angga tentang apa yang sebelumnya terjadi. Arya saling bertatapan dengan Syila. Mereka saling menguatkan dan berharap Kalau Angga menyadari bahwa dirinya terbuai dalam sebuah dimensi mimpi. “Ya jelas sering datang ke tempat ini! Karena ini daerah tempat tinggalku, pamtai di sini memiliki dua sisi pantai yang eksotis dan paling aku suka berselancar di sini. Tapi ngomong-ngomong kok kalian tahu ya? Aku ada di sini?” an masih tidak percaya kalau Syila dan Arya ada di depannya saat ini. “Apa iya ini pantai tempat tinggal kamu? Memangnya sebelum ini kamu ada di mana? Bukannya kamu lagi barbeque di Puncak?” seperti biasa Arya melayangkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat sahabatnya kembali berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Arya. “Puncak? Barbeque? Masa sih?” Angga mulai mengernyitkan dahinya. Itu pertanda kalau dia mulai memikirkan kan apa yang sudah Arya katakan. “Iya, Angga, hari ini kan ulang tahun kamu, tepat di malam tahun baru. Belum lama ini kami merayakannya bersama kamu di Villa milik kedua orang tua Raina. Ingatkan?” Syila mulai masuk untuk kembali mengingatkan memori Angga tentang kejadian yang baru saja mereka alami sebelum tersedot masuk ke dalam pusaran dimensi lain. Angga masih mematung sembari berpikir mengenai apa yang baru saja kedua sahabatnya katakan padanya. Lalu Angga melihat penampilannya tidak ada yang aneh menurutnya. Ia sudah memakai kaos serta celana yang biasa digunakan saat dia melakukan surfing. Begitu juga dengan papan surfing yang sering dia gunakan. Namun, Angga mulai berpikir tentang kejadian perayaan ulang tahun di Puncak bersama sahabat-sahabatnya. “Kenapa, Angga? Kamu masih mikir? Bahwa apa yang kami katakan itu benar atau tidak?” Arya semakin menyudutkan pikiran Angga, agar dirinya mengingat kejadian sebelum mereka terbuai dalam pusaran mimpi Syila. “Sebenarnya agak-agak ingat ... tapi agak lupa juga! Sebenarnya perayaan ulang tahun itu mimpi atau enggak sih? Apa memang kejadian nyata? Tapi kok aku merasa perayaan ulang tahun dan acara Barbeque di puncak itu kayak mimpi.” Angga justru merasa kalau kejadian perayaan ulang tahun di Puncak hanyalah sebuah mimpi. Padahal yang terjadi sebaliknya, apa yang Angga lakukan saat ini justru berada di dunia mimpi. “Keberadaan kita di Puncak itu semuanya bukan mimpi. Justru pertemuan kita saat ini adalah mimpi yang sebenarnya.” Arya berusaha mengingatkan memori Angga pada kejadian terakhir. Dengan begitu jika Angga menyadarinya, maka jalan pulang menuju dunia nyata untuk Angga akan terbuka. “Hah? Maksudnya bagaimana? Pertemuan kita saat ini hanya mimpi? Nggak mungkin lah, Bro! Ini nyata!” Angga ada menganggap bahwa pertemuannya dengan Arya dan Syij Kila adalah sesuatu hal yang real. “Angga! Coba kamu ingat lagi kapan terakhir kali kamu ketemu sama aku dan Arya? Kita itu sebenarnya sedang merayakan tahun baru di Puncak bareng sahabat kepompong. Kita lagi di taman samping Villa milik orang tua Raina. Bukannya kamu lagi bakar jagung barang Aji?” Syila yang melihat semua kejadian sebelum dia tertidur berusaha mengingatkan Angga tentang hal itu. Angga masih terlihat syok. Seolah dia kehabisan kata-kata. Dia mulai mengingat kejadian sebelum dia berada di pantai khayalan itu. Wajah Angga terlihat lesu. Dahinya masih berkerut seakan dia berusaha keras untuk mengingat apa yang sebelumnya terjadi. “Angga! Ingatkan? kalian nge-prank aku? Aku dikerjai habis-habisan sama kalian? Ternyata kamu yang ulang tahun tapi kalian mengerjai aku? Aku marah dan pergi ke warung kopi. Setelah aku kembali kalian tidak ada di sana. Coba kamu ingat! Ke mana kamu pergi bersama semua sahabat kita?” Arya memang merasa kesal saat itu tapi dirinya langsung tanggap dan mencari semua sahabatnya ketika dia menyadari mereka semua menghilang bak ditelan Bumi. “Kamu ingatkan? Waktu Arya pergi ke warung kopi, kita lanjut bakar jagung di taman samping Villa milik orang tua Raina. Terus aku mengantuk. Kamu sendiri yang bilang kalau aku lebih baik istirahat di dalam Villa. Tapi nyatanya aku memaksakan diri untuk terus bersama kalian. Aku menganggap ini momen berharga dan seru. Tapi ternyata aku malah tertidur di kursi taman itu. Kamu ingat apa yang terjadi setelah itu?” Syila kembali ikut untuk mengingatkan memori Angga yang sempat terlupakan karena terbuai dalam pusaran mimpi sila saat ini. ‘Tapi sepertinya apa yang dikatakan Syila itu memang terjadi. Bukan mimpi? Apa itu kenyataan? Aku benar-benar lupa! Tapi seingatku memang aku sedang merayakan malam tahun baru bersama sahabat kepompong di Puncak. Terus kenapa aku berada di sini?’ Angga mulai memikirkan apa yang telah dikatakan oleh Arya dan juga Syila. Dia benar-benar merasa bingung mana yang mimpi dan mana keadaan yang sebenarnya. “Angga! Coba kamu lihat lagi! Apa pantai ini memang benar pantai yang ada di daerah tempat tinggalmu? Kalau menurutku itu berbeda lihat saja!” Arya yang pernah menyelami masa lalu Angga, mengerti bagaimana situasi dan kondisi pantai yang indah di tempat asal Angga. Memang ada kemiripan dengan pantai dalam pusaran mimpi Syila. Namun, Arya yakin kalau Angga melihat secara saksama dan dia telah tersadar maka dia bisa membedakan mana dunia nyata dan alam mimpi. Angga melihat sekelilingnya. Dia kembali berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Syila. Angga terdiam sejenak, ia merenung, dan mencoba kembali mengingatnya. Hingga akhirnya dia menyadari kalau ternyata pantai tempatnya berdiri saat ini hanya mirip dengan kawasan pantai tempat tinggal Angga. Dia pun mulai ingat kalau dirinya sedang merayakan tahun baru di Villa milik sahabatnya yang bernama Raina. “Angga? Kok diem? Kamu sudah ingat ya?” Syila kembali menatap wajah Angga yang terlihat bingung. “Guys! Sebenarnya apa yang terjadi? Kalian benar ini bukan pantai tempat tinggalku. Setelah aku ingat-ingat, rasanya memang benar aku dan sahabat kepompong sedang merayakan malam tahun baru di Villa milik orang tua Raina.” Angga sudah mulai mengingat kejadian sebelumnya dan dia masih bingung dengan apa yang terjadi saat itu. “Kamu bener banget, Bro! Sebenarnya saat aku pergi ke warung kopi sesuatu hal terjadi sama kalian.” Arya berusaha membuka peristiwa yang sesungguhnya sebelum dirinya menyadari semua sahabatnya menghilang kecuali Syila yang hampir saja terjatuh dari balkon. “Memangnya ada apa? Sumpah rasanya kayak orang linglung! Terus kenapa aku bisa ada di sini? Aku ada di mana?” Angga mulai memijat pangkal hidungnya dan juga meremas kepalanya karena dia merasa sangat linglung saat itu. “Angga, ada hal yang nggak pernah kalian tahu tentang aku. Semua yang terjadi memang tidak sengaja terjadi.” Syila semakin melemah saat dirinya menceritakan hal itu kepada Angga. “Hal apa, Syila?” Angga semakin penasaran. Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk duduk di bawah pohon kelapa di tepi pantai itu, sembari beristirahat dan menikmati semilir angin yang berembus bersama dengan deburan ombak yang seakan menghanyutkan sanubari. Tatapan Syila menerawang jauh tanpa batas ke luas samudra. Syila bersiap untuk menceritakan penggal kisah masa lalunya hingga membawa mereka masuk ke dalam pusaran mimpinya. “Angga, Sebenarnya aku sama Arya berada di sini ini untuk mencari kalian.” Syila menatap Angga dengan serius. “Maksudnya gimana sih?” Angga masih bingung untuk mengikuti alur kisah yang dimaksud oleh Syila. “Sebenarnya kita itu sedang merayakan tahun baru di Villa milik kedua orang tua Raina. Kita barbeque-an di taman, pasti kamu ingat kan?” Syila menginginkan jawaban yang pasti dari Angga. “Iya, benar aku ingat! Terus?” Angga semakin penasaran. “Kita kan tahu kalau malam ini kamu ulang tahun, akhirnya kita menyiapkan kue, dan kita sepakat untuk mengerjai Arya. Kita pura-pura ngilang saat Arya diminta ngambil bumbu dapur. Kita lari ke lantai dua, kita bersembunyi di sana, saat Arya datang ke lantai dua, kejutan yang kita buat seolah-olah kita merayakan ulang tahun Arya. Padahal yang ulang tahun kamu. Ingatkan?” Syila menceritakan itu sembari melirik ke arah Arya karena Arya merasa kesal jika mengingat hal itu. “Iya sih ... aku ingat! maaf in kita ya, Arya!” Angga sudah kembali mengingat masa itu. “Setelah Arya marah Raina mengejar Arya, terus kita balik lagi melanjutkan bakar-bakaran jagung di taman itu. Setelah Raina bisa menenangkan Arya, dia juga balik kan ikut nimbrung sama kita. Terus kita nunggu Arya datang sambil bakar-bakaran dan jujur saat itu aku bener-bener ngantuk. Kamu bilang sama aku, kalau aku ngntuk ya aku suruh tidur di kamar aja. Aku menolakkan! Ya emang salahnya aku sih akhirnya aku tertidur. Masalahnya ....” Syila menarik nafas panjang ketika akan menceritakan semuanya kepada Angga. “Iya terus?” Angga semakin penasaran dengan kalimat yang menggantung yang terlontar dari ucapan Syila. “Sebenarnya aku memiliki kekuatan yang mungkin nggak pernah terbayang sama kalian.” Syila kembali menarik napasnya. “Kekuatan apa? Kamu nggak pernah cerita sama kita!” Angga mulai serius menanggapi. “Saat aku tertidur, tidak jauh dari tempatku berbaring, akan muncul sebuah pusaran mimpi, sebuah pusaran berwarna gelap lebih tepatnya seperti awan mendung yang menggulung bagai tornado, pusaran mimpi itu akan menyedot semua yang aku ingat di dalam pikiranku yang aku pikirkan sebelum tidur. Kebetulan sesaat sebelum aku tertidur Aku benar-benar mikirin kalian aku bahagia bisa sahabatan sama kalian akhirnya pusaran mimpi itu menyedot kalian masuk ke dalam dimensi mimpiku ini. Kalian semua berpencar. Keberadaan kalian tidak aku ketahui ada di sebelah mana. Sampai aku bingung saat itu dan untungnya Arya datang yang untuk menolong kita. Arya telat sedikit saja menemukan aku saat itu mungkin semuanya sudah berakhir.” Syila tidak sanggup membayangkan kalau sampai semuanya berakhir pakai hilang ditelan bumi. “Lalu kebetulannya, aku juga memiliki kekuatan lain yang hampir sama dengan Syila tentang mimpi. Bedanya aku dapat menyelami masa lalu seseorang yang aku kehendaki dan semuanya akan terlihat jelas saat aku bermimpi. Dan sesuatu hal yang juga tidak pernah aku mengerti tiba-tiba muncul dalam mimpiku seperti sebuah puzzle yang harus aku susun untuk menemukan pesan di dalamnya dan puzzle itu berbentuk seperti kilasan peristiwa yang muncul dalam mimpi Aku. Dulu sebelum aku kenal kalian, aku selalu menutup pertemanan dengan siapa pun selalu menghindar dari siapa pun kecuali kedua orang tuaku, alasannya jelas karena aku takut tentang mimpi, tentang peristiwa di masa yang akan datang yang akan terjadi terhadap seseorang itu muncul dalam mimpiku. Tapi Ibu meyakinkan aku dengan membuka pertemanan dan aku melupakan semuanya bisa jadi di mimpi itu tidak akan pernah datang lagi dalam tidurku. Dan semuanya benar ketika aku bersahabat dengan kalian mimpi itu lama tidak muncul selama aku kenal kalian. Tapi tiba-tiba mimpi itu datang lagi lebih mengerikan dan aku melihat semua peristiwa itu akan menimpa kalian. Akhirnya aku putuskan untuk menyelami satu persatu masa lalu kalian dan jelas semuanya terlihat jelas tapi ada beberapa mimpi yang membuat aku bingung tentang masa lalu mereka di antara Syila, Mikha, dan Raina. Awalnya aku mencurigai Mikha yang memiliki kekuatan supranatural berupa pusaran mimpi itu. Ternyata dugaanku salah. Syila yang selalu ceria memiliki masa lalu yang tidak pernah aku duga. Akhirnya Syila menceritakan semuanya sama aku, lalu aku memutuskan masuk ke dalam pusaran mimpi Syila untuk mencari kalian dan berusaha mengembalikan kalian tepat waktu. Karena Syila yang kamu lihat saat ini bukan Syila yang sebenarnya.” Penjelasan Arya membuat Angga terbelalak tidak percaya. “Maksudnya? Syila yang ada di depan kita hanyalah khayalan?” Angga kembali berpikir panjang. “Tubuh Syila yang sebenarnya ada dalam dunia nyata. Sedang tertidur di lantai dua Villa milik Raina. Sedangkan raga kita semua masuk ke dalam dimensi mimpi syila dalam pusaran mimpinya itu. Syila yang ada di depan kita terwujud dari imajinasinya sendiri. Kalau Syila yang ada di depan kita sampai tertidur dan menutup mata kemungkinan kecil kita bisa balik lagi ke dunia nyata, Bro! Karena kecil kemungkinan Syila bisa kembali lagi ke dimensi yang sama, jadi kami berdua berpacu dengan waktu untuk menemukan kalian di dalam dimensi mimpi yang luas ini. Karena aku yakin apa yang menjadi impian kalian yang terdalam dalam hati kalian akan terwujud di dalam mimpi ini, seperti Syila yang dapat terwujud dari imajinasinya sendiri. Semua memang rumit. Tapi kita akan berusaha untuk menyadarkan kalian dari buaian alam mimpi Syila. Kamu! Sekarang yang lebih baik kembali ke dunia nyata karena Reno udah balik ke sana. aku mohon jangan bangunkan Syila, jaga dia! Sampai semuanya kembali ke tempat yang semula. Apa kamu sudah mengerti?” Arya kembali menegaskan kepada Angga. “Astaga! Kalian tahu nggak? Aku hampir tidak bisa membedakan mana dunia nyata dan pusaran mimpi Syila. Kalau kalian enggak datang ke sini buat nyari aku, selamanya Aku bakal tinggal di sini karena aku pikir ini semua adalah dunia nyata. Terus bagaimana caranya aku bisa pulang?” Angga menyadari tentang kenyataan yang baru saja mereka berdua ceritakan. “Syukurlah ada keinginan dari hati kamu untuk pulang. Kalau ada keinginan untuk pulang, maka portal jalan pulang akan segera terbuka. Jalan pulang itu bagaikan portal yang bisa dibuka saat ada niatan dan kesadaran dari diri kamu sendiri untuk kembali ke dunia nyata.” Syila dan Arya merasa lega ketika Angga menyadari dan berniat untuk kembali ke dunia nyata. “Antarkan aku menuju jalan pulang itu, Syila! Saat aku sudah kembali ke dunia nyata, aku akan menjaga raga kamu dan mendoakan kalian agar misi kalian segera selesai. kita sama-sama bisa merayakan malam tahun baru dan semoga menjadi lembaran baru untuk kita semua.” Angga melontarkan senyuman hangat kepada kedua sahabatnya. “Syukurlah kalau gitu! Oh iya, Syila kita cari di mana portal jalan pulang untuk Angga!” Arya selalu memberikan dukungan untuk Syila. Gadis yang sedang berjuang mengembalikan semua sahabatnya dengan bantuan Arya, sekaligus gadis yang spesial dalam hati Arya. Syila mengangguk dan mengajak mereka untuk berjalan menuju lautan. Karena Syila melihat kilatan cahaya dari arah gelombang yang terbentuk dari deburan ombak di lautan. “Itu dia portal jalan pulang untuk Angga!” Syila menunjuk ke arah gelombang yang sedang datang. “Ap—apa? Ada di dalam ombak itu?” Angga menatap sebuah gelombang besar yang akan menghampiri mereka. “iya, Angga! Cepat kamu masuk ke dalam cahaya itu!” Arya mengatakan hal itu kepada Angga karena dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk menembus portal jalan pulang ke dunia nyata. “Ini sungguh luar biasa! Gelombang besar i Love it! See you, guys!” Angga dengan segala passion-nya berlari ke arah gelombang itu. “Wuuuhuuuuuuwww!!!” Angga berhasil menerobos gelombang pasang itu dan masuk ke dalam cahaya yang menjadi portal jalan pulang menuju kehidupan yang nyata. Bresss!!! Deburan ombak pecah itu menerpa Arya dan Syila yang berada di tepi pantai. Mereka berdua kembali merasa lega setelah berhasil mengembalikan Reno dan Angga ke dunia nyata. Mereka bersorak gembira di antara deburan ombak yang menyejukkan hati. Senyuman Arya dengan Syila akan saling menyatu. Perasaan mereka yang dipendam tidak akan dapat mengelabui aura dan sikap mereka yang selalu ingin melindungi satu sama lain. *** Bersambung .... Syila dan Arya sudah berhasil mengembalikan Reno dan Angga ke dunia nyata. Siapakah dari mereka yang selanjutnya menjadi sasaran untuk dikembalikan ke dalam kehidupan yang semestinya?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD