Mereka melangkah dengan cepat ketika melintasi koridor panjang di antara tembok yang tidak terlalu tinggi tanpa pencahayaan di sana. Namun, mereka dapat melintas dengan aman dengan bantuan sorot cahaya yang tidak terlalu tampak jelas yang ada di ujung koridor. Setelah mereka kembali menembus kabut yang lumayan tebal, sampailah mereka pada sebuah ruangan tertutup. Lebih tepatnya sangat mirip dengan sebuah kamar seorang gadis. Syila sangat paham dengan kamar di tempatnya berada saat ini. Arya melihat aksen kamar itu yang tidak asing baginya. Arya pernah menyelami mimpi seseorang yang berujung pada kamar itu. Ya! Kamar yang mereka tapaki saat ini tidak lain adalah kamar Raina. *** Seorang gadis tengah duduk di samping jendela kamar yang berada di lantai dua sebuah rumah bergaya Eropa. Ga

