Puzzles 18. Dua Sisi Berbeda

1452 Words
Syila mengangguk menuruti apa yang diusulkan oleh Arya. Dia mencoba mengingat tentang mimpinya yang berhubungan dengan sirkuit. “Oke, Arya! kita akan memulai pencarian terhadap Reno. Setelah aku ingat kembali, rasanya aku pernah memimpikan sebuah sirkuit tetapi perjalanan menuju ke sana seingatku harus melewati sebuah padang pasir.” Syila mencoba mengingat kembali tentang mimpinya yang berhubungan dengan sebuah sirkuit pada dimensi mimpi itu. “Ayo, kita ke sana! tidak usah khawatir karena ada Aku di sini yang akan menemani kamu untuk mencari semua sahabat kita! Kekuatanmu dan kekuatanku akan saling melengkapi. Ayo, kita segera ke sana! jangan membuang waktu!” Arya menggandeng tangan kanan Syila. Mereka memulai perjalanan dengan bantuan Syila sebagai petunjuk arah menuju sebuah sirkuit yang ada dalam mimpi Syila pada dimensi itu. *** Syila memberitahu kepada Arya untuk terus berjalan menyusuri tempat awal mereka bertemu, menuju ke arah sebelah kiri melewati sebuah bukit berbatu. “Syila, apa jalan menuju sirkuit itu harus melewati bukit batu ini?” Arya menghentikan langkahnya sembari menatap ke arah bukit batu yang cukup tinggi di depan matanya. “Seingatku, sirkuit berada di balik bukit batu itu. Ayo cepat kita jalan! semoga Reno masih ada di sana!” Syila kembali mengajak Arya untuk terus berjalan menanjak bukit batu itu. “Baiklah, Syila ayo kita cepat berjalan!” Arya dan Syila terus berjalan menyusuri jalan setapak yang menanjak di bukit batu itu. “Ternyata imajinasimu sangat luar biasa Syila! bahkan kamu mengimajinasikan sebuah bukit batu yang terjal seperti ini.” Arya melirik ke arah Syila dengan senyuman. “Ya, seperti yang kamu tahu? Aku hanyalah orang yang kesepian semenjak kecil, Jadi apa yang pernah aku lihat di televisi atau Aku lihat di buku cerita dalam dongeng semua aku imajinasi kan dan ternyata aku bisa menjelajah di dalam mimpi, tapi akhirnya akan jadi seperti ini Arya. Sahabat-sahabatku justru malah masuk dalam pusaran mimpiku dan mereka terjebak di sini. Untung saja saat peristiwa itu terjadi, kamu tidak ada di sana. Kalau saat itu kamu ada di sana, mungkin aku sangat kebingungan untuk menemukan kalian karena aku sendirian, dan aku tidak tahu bagaimana masa lalu mereka. Untung saja kamu memiliki kelebihan yang Tuhan berikan kepada kamu untuk dapat menyelami masa lalu seseorang melalui mimpimu. Itu sangat berguna untuk menemukan semua sahabat kita dalam dimensi mimpiku ini. Maafin aku ya, Arya! aku nggak sengaja membawa mereka masuk ke dalam dunia mimpiku dan aku ucapkan banyak-banyak terima kasih karena kamu mau membantuku untuk mengembalikan semua seperti seharusnya.” Syila tersenyum lega karena dalam petualangan ini dia memiliki teman yang bisa dipercaya dan dapat membantunya untuk menemukan semua teman-temannya di dalam dimensi mimpi sila. Arya menganggukkan kepalanya sembari melontarkan senyum hangat kepada Syila. Dia kembali meraih tangan kanan sila. Selalu mengajaknya kembali berjalan menyusuri bukit berbatuan itu menuju sirkuit yang Syila ceritakan. Karena Arya curiga kalau Reno berada di sana. Mengingat keinginan Reno yang sangat besar untuk menjadi seorang pembalap. *** Mereka melanjutkan perjalanan menaiki bukit berbatuan itu, setelah sampai di puncaknya, langit terlihat seperti suasana hampir pagi hari. Agak gelap dan berbintang. Arya merasa Fantasi mimpi dalam pusaran mimpi Syila sangat luar biasa. “Lihat langit itu indah banget. Ini semua hasil imajinasi kamu?” Arya melirik ke arah Syila yang masih mendekap boneka beruangnya. “Entahlah Arya! setiap kali aku tertidur dan aku bermimpi, lalu sepertinya aku mengendalikan mimpi itu. Aku hias semua sesuai dengan suasana hati. Mungkin Saat aku bermimpi di tempat ini, suasana hatiku menginginkan keadaan yang tenang dan nyaman. Indah bukan?” sila tersenyum kepada Arya. ‘Seseorang yang selalu terlihat ceria di dalam kehidupan sehari-hari, ternyata memiliki sisi berbeda yang disembunyikan dibalik keceriaannya itu. Syila yang merasa kesepian sejak kecil, merasa terhibur dan bahagia dengan imajinasinya sendiri. Perjalanan hidup dan ujian yang dihadapi membuatnya memiliki kekuatan supranatural yang mampu membawa apa saja yang membuatnya bahagia di dalam alam mimpinya. Untung saja Syila berhati baik, dia tidak berniat untuk mengurung mereka di dalam pusaran mimpinya itu. Justru sila selalu membantu mereka yang tersesat dalam mimpi untuk kembali menemukan jalan pulang menuju raganya,' Arya bergumam dalam hati sembari berjalan dan menanggapi sebuah fakta yang baru saja terungkap dari seorang Syila yang dikenal sangat ceria. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Menyusuri setiap jalur menanjak dan menurun di bukit batu itu, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat seperti gurun pasir yang membentang luas. Langit yang terlihat saat itu masih sama seperti saat mereka berada di puncak bukit berbatuan itu. “Tempat apa ini? Seperti gurun pasir dengan langit yang terlihat sejuk dan sesuatu yang membuatku merasa sedikit ngeri juga takjub.” pandangan Arya masih mengedar melihat sekelilingnya dan juga menerawang jauh ke arah cakrawala. Karena Arya melihat sesuatu yang berbeda di langit dunia mimpi itu. “Apa yang kamu lihat Arya? Indah bukan Dunia Fantasi yang ada di dalam imajinasiku?” Syila tersenyum hangat sembari menatap ke arah ke langit. “Iya, Syila. Itu sebabnya Aku mengatakan Aku merasa takjub walau ada sedikit ngeri melihatnya. Takjub kalau dunia mimpimu, imajinasimu sangat indah. Bahkan daratan terbentang sangat luas seperti berada di tengah padang pasir, dengan langit seperti suasana hampir pagi, bertabur bintang, sekaligus planet yang menggantung indah terlihat sangat dekat dengan bumi. Lihatlah bukankah itu Venus? itu Mars? Jupiter ? terlihat sangat besar menggantung di langit itu, jujur aku sedikit merasa ngeri saat pertama menginjakkan kaki di padang pasir ini. Setelah aku melihat ke arah cakrawala. Planet-planet terlihat begitu besar dan seolah dekat sekali dengan kita. Apa kamu merasa penasaran dengan luar angkasa? Sehingga kamu mengimajinasikan luar angkasa itu seperti ini?” Arya kembali menanyakan tentang imajinasi la yang begitu menakjubkan dan luar biasa yang mereka lihat di dalam pusaran mimpi sila. “Ya siapa pun orangnya apa sih sangat penasaran dengan luar angkasa. Sama seperti aku! Entah bagaimana suasana yang sebenarnya terbentang di luar angkasa. Beberapa kali aku berlibur ke Bandung tepatnya ke Boscha. Di sana aku melihat begitu indah luar angkasa. Sampai akhirnya semua timbul dalam imajinasiku dan inilah luar angkasa yang ada dalam imajinasiku Arya.” Syila menunduk malu sembari tersenyum. “Tapi aku merasa ini sungguh luar biasa Syila, aku di tahu, dibalik keceriaan kamu ternyata terdapat sisi lain yang sangat bertolak belakang dengan apa yang terlihat dari luar.” ucapan Arya membuat sila tersentak kaget dan sedikit tersipu. Syila tidak menyangka kalau Arya sebegitu menyimpan perhatian terhadapnya. “Ya! setiap orang pasti memiliki dua sisi yang berbeda Arya. Terlihat kuat dan tegar di luar tidak menjamin kalau hatinya mudah rapuh. Terlihat tegar dan kocak penuh gelak tawa di luar, tidak menjamin kalau hatinya kesepian. Begitu juga dengan aku. Orang di luar sana tidak akan pernah mengetahui bagaimana sisi lain dalam diri aku, mereka hanya tahu satu sisi dari aku saja, tanpa tahu sisi lain dalam diriku.” Syila menoleh ke arah Arya sembari melemparkan senyuman sederhana yang menyiratkan berjuta makna. ‘Dia terlihat sangat berbeda, banyak pelajaran yang dipetik di balik pazzles mimpi yang belakangan ini benar-benar sangat mengganggu. Tapi setelah aku tahu banyak makna di balik itu semua, Aku tidak akan pernah mengeluh. Tugas kami menemukan sahabat kami yang tersesat dalam pusaran mimpi Syila,' ucap Arya dalam hatinya sembari membalas senyuman kepada sila. “Kalau begitu, ayo kita mulai beraksi! Kita harus yakin akan menemukan Reno di sana! Walau perjalanan masih sangat panjang menuju sirkuit itu. Bukan begitu, Syila?” Arya memastikan kalau sirkuit itu memang agak jauh dari tempat Mereka berdiri saat ini. Karena sejauh Arya memandang, belum terlihat sirkuit atau tempat lain, selain gurun pasir itu. “Kalau kita terus menyusuri gurun pasir ini kita akan menemukan sebuah sirkuit. Tapi aku tidak yakin kalau kita akan dengan mudah menemukannya. Bahkan aku pun agak lupa jalan menuju sirkuit itu.” sila menggaruk kepalanya walau tidak terasa gatal. “Ya ampun, Syila? Seluas ini dan kita tidak tahu harus melangkah ke arah sebelah mana? Ini bukan lelucon kan?” Arya menghela napas sembari melihat sekelilingnya. Syila hanya menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan Arya. “Atau mungkin kamu bisa melihat ke mana kita harus melangkah?” Syila berharap Arya memiliki pilihan yang tepat untuk menentukan arah. “Aku rasa kita berjalan ke arah sana.” Arya memilih berjalan ke arah kanan dari posisi mereka saat ini. “Aku tidak perlu menanyakan alasan karena aku yakin kamu memiliki feeling yang tepat. Kalau begitu tidak perlu berlama-lama! Ayo kita jalan!” Syila tersenyum penuh semangat. “Ayo kita mulai petualangan ini! Aku harap kamu tetap fokus dan jangan menyerah walau lelah tidak dapat kita tolak! Kita akan bekerja sama dan aku akan selalu melindungi kamu! Ayo Syila kita mulai petualangan ini!” mereka berdua saling menatap dan saling mengangguk. Arya kembali meraih tangan kanan Syila dan mengajaknya berjalan ke arah yang Arya pilih. *** Bersambung .... Apakah arah yang Arya pilih benar? Apakah Reno ada di sana?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD