Tian akui, jika dirinya sama berengseknya dengan bos sekaligus sahabatnya itu. Menerima rencana ini bukanlah hal baik. Ia sadari itu.. Akan ada yang terluka dan itu Lucy. Orang yang dicintainya, yang tidak tahu apapun. Matanya menelusuri setiap jejak tanda di tubuhya. Tanda yang Lucy buat saat kebersamaan mereka tadi malam ditengah ketidaksadaran wanita itu. Mengambil posisi miring, dengan kepala menoleh kebelakang, terlihat jelas cakaran kuku di sana. Cakaran bukti hilangnya keperawanan Lucy yang ia renggut. Tian merasa dirinya seorang pengecut. Dimulai dari menerima tawaran Darrel hingga dirinya yang mengacaukan segalanya. "Nafsu, sialan!" umpatnya seraya mengacak rambutnya kasar. Andai ia bisa mengendalikan nafsunya, rasa sesal ini tidak akan terjadi. Kini semua sudah terlanjur. Ma

