Dua Belas

1075 Words

Lucy dan Anne makan dalam diam. Anne pun tak ingin bertanya mengenai kakak iparnya yang tidak ikut makan malam bersama. Karena ia tahu, keterdiaman kakaknya kini pasti berhubungan dengan pria itu. Pria aneh yang suka semena-mena. Ting nong. "Lanjutkan makan mu, Anne. Biar kakak yang buka." Bel berbunyi, Lucy beranjak dari kursi untuk membuka pintu, menghalangi Anne yang berniat melakukannya tadi. Saat pintu dibuka, di sana berdiri pria gagah dan tinggi yang cukup tampan tersenyum tipis kearah Lucy. Dia adalah asisten kepercayaan sekaligus sahabat Darrel. "Tian." "Aku ingin menitipkan ini. Berkas yang harus Darrel tanda tangani dan pelajari untuk rapat besok pagi." Tian menyerahkan berkas yang dibawanya pada Lucy. "Darrel nya ada, tidak ingin bicara sendiri?" Tian menggelengkan kepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD