Sebelas

1069 Words

Menjelang pergantian malam, mobil Darrel memasuki pekarangan rumah. Di sebelahnya Anne diam membisu selama perjalanan. Tidak. Bukan selama perjalanan. Tapi, sejak ia bangun dari pingsannya dalam pelukan Darrel di sofa panjang ruangan kantor pria itu. Anne ingat semuanya. Di mana dirinya berubah menjadi seorang w**************n yang haus akan sentuhan. Ia menyesal, dan soal kakaknya, Anne takut kakaknya itu mengetahuinya. Pencapaian puncak di saat ponselnya masih terhubung dengan telpon dari Lucy. Anne takut kakaknya curiga atau bisa jadi sang kakak mendengar suara suaminya. Tidak ada yang lebih menakutkan dari ini. "Turunlah." Sekilas Anne melirik Darrel. Badan tegap, d**a bidang, bibir tipis yang... Ugh, kedua pipi Anne memerah. Mengingat bibir itu bisa membuatnya pusing. "Hah, apa ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD