Sepuluh

1162 Words

Darrel, si pemilik kursi berdiam diri duduk di sana berhadapan wanita yang sangat dipujanya dalam satu kali pertemuan saja. Ia tidak bisa menganggap ini cinta. Cinta tidak datang secepat itu bukan? Yang pasti ia tidak bisa melihat wanita ini bersanding dengan pria selain dirinya. Ia juga tak menyukai wanitanya disentuh pria lain. Ini cinta atau sekedar obsesi saja? Butuh waktu baginya memahami hatinya sendiri. Saat ini, cukup untuk membuat wanitanya tak hilang dari jangkauan mata saja. Ya, itu benar. Anne menatap sayu Darrel. Tubuhnya bergejolak menginginkan hal yang tak seharusnya, bukan hanya sekedar ditatap saja. "Berjanjilah, untuk tidak dekat dengan laki-laki lain selain aku." Tidak pikir panjang, Anne mengiyakan permintaan Darrel karena hawa panas telah menguasainya. "Iya, aku j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD