Dua Puluh Sembilan

1336 Words

Lucy menatap kepergian suami beserta adiknya dalam diam. Bahkan ia masih di tempat ketika mobil itu telah jauh dari pandangannya. Hatinya selalu menyuarakan tanya, tentang siapa wanita yang dimaksud suaminya tadi. Haruskah ia mencari tahu? “Usaha yang gagal, bukan begitu Lucy?” Mendengar suara yang mencapai gendang telinga, Lucy mengepalkan kedua tangannya. Dulu ia pikir pria ini sebaik senyum ramahnya tapi nyatanya dibalik senyum ramah yang selalu ditebarkan ada sifat busuk di sana. “Aku sudah pernah bilang, Darrel akan jauh lebih mendengarkan ku daripada dirimu. Lihat, baru tentang ini saja dia memihak ku. Bagaimana kalau kau mengadu tentang surga dunia yang kita raih sama-sama, mungkin dia menuduh mu tidak lebih dari seorang wanita pemuas hasrat pria.” “Berengsek! Tutup mulutmu!” Lu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD