Dua Puluh Delapan

1252 Words

Anne menyiapkan beberapa menu spesial sarapan pagi untuk dirinya dan juga Darrel. Pagi ini hawa surga menerpa dirinya. Bahagia. Iya, ia bahagia. Tapi senyumnya harus luntur ketika matanya memandang sajian di atas meja. Pikiran mengenai, Darrel suka atau tidak makanan yang ia buat ini, hal tersebut menurunkan drastis moodnya. Pasalnya, ia tidak tahu apa makanan kesukaan Darrel. Darrel menuruni tangga, dahinya mengernyit melihat Anne tampak murung memandang meja makan. "Kau kenapa?" Tubuh Anne berjengit kaget ketika sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang. Darrel mendaratkan sebuah kecupan di bahu Anne, sedikitnya ia menarik kebawah area baju yang menutupi bahu mulus putih bersih milik Anne hingga terlihat jelas dimatanya. "Kau melamun sampai tidak menyadari kehadiranku, apa yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD