Mobil Lucy berhenti tepat didepan butik miliknya. Ia keluar dari mobil, berniat masuk kedalam butiknya. Belum sempat ia membuka pintu, tangannya terlebih dulu ditarik paksa oleh seseorang. Seseorang yang sangat ia tahu siapa itu, orang yang masuk kedalam daftar pertama orang yang harus ia hindari mulai detik ini. “Lepaskan aku,Tian!” “Kita harus bicara, Lucy.” Tian menarik Lucy membawanya menuju tempat sepi jauh dari keramaian namun dekat dengan butik. “Dengar ... ” Tian berusaha berbicara meski Lucy terus mencari celah menyingkir dari hadapannya. “…aku ingin minta maaf padamu. Harusnya aku tidak mengikuti insting lelakiku untuk tidak menyentuhmu waktu itu tapi kau terus memancingku hingga pertahanan ku goyah.” Lucy terhenyak. “Aku memancing mu? Aku tidak mungkin seperti itu. Kau jan

