Anne mengaduk-aduk makanannya. Ia tidak bernafsu untuk makan. Ada keinginan lain yang tiba-tiba saja ia inginkan. Tapi takut untuk sekedar berbicara pada Darrel. Bukan takut sih sebenarnya, tapi lebih ke arah malu. Ya, ia malu. Malu nanti di ketawain. "Kau tidak suka makanannya?" Tanya Darrel. Anne menggelengkan kepalanya, "Jawab aku, Anne." Darrel menuntut Anne menjawab pertanyaannya dengan ucapan bukan dengan gerakan kepala. "Suka kok." "Kalau begitu makan." "Emm," gumam Anne, ia berniat mengatakan keinginannya saja. "Sebenarnya ..." Darrel meletakkan sendok di tangannya, ia mengambil gelas berisi air di samping piringnya lalu meminumnya. "Sebenarnya?" ulang Darrel. Mengulang ucapan Anne yang tak kunjung di lanjutkan. "Aku mau..." Darrel bukanlah orang yang sabar. Tapi ia sabar

