Tiga Puluh Delapan

2285 Words

Seorang wanita duduk dengan menekuk kedua kakinya, wajahnya ia sembunyikan diantara lipatan tangan yang bertumpu pada lutut. Keadaannya jauh dari kata baik. Ia hancur pun dengan hatinya. Tidak ada kesanggupan. Dirinya benar-benar hancur sampai ia sendiri merasa tidak ada satu pun yang tersisa untuk ia pertahankan agar tetap utuh dan terjaga. Perlahan kepala wanita itu terangkat dari persembunyiannya. Tatapannya lurus ke depan. Fokusnya hanya ada di satu titik yang melekat pada dinding. Pada sebuah pigora berisikan foto dua orang wanita berbeda generasi dengan umur tak jauh beda. . "Kakak." Seorang anak kecil berlari menuju sang kakak yang akan beranjak keluar rumah, "Kakak mau kemana? Jangan pergi." sepasang mata bulat dengan bulu mata lebat nan lentik tersebut berkaca."Ayo, main sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD