Tiga Puluh Sembilan

1757 Words

Anne merintih kesakitan. Perutnya terasa di remas kuat-kuat oleh tangan tak kasat mata. Ia sendiri tidak lagi mampu menahan bobot tubuhnya hingga pembatas balkon sebagai pegangannya. “Bagaimana, Anne? Sakit?” Anne tidak menggubris pertanyaan Sheera, ia lebih memilih meningkatkan kewaspadaan terhadap wanita itu. “Sakit mu itu tidak seberapa di banding sakit hatiku karena di tolak. Di banding panasnya hatiku melihat kalian mesra di tempat umum.” Sheera menatap tajam Anne. Satu ujung bibirnya terangkat, menunjukkan jelas ketidaksukaannya. “Kau pasti berpikir aku tahu dari mana bukan?” “Ba-bagaimana bi-sa?” tanya Anne di tengah rintihan kesakitan nya, dengan manik mata yang tidak bisa diam. Berusaha mencari celah sekecil apapun agar ia bisa pergi menyelamatkan diri dari Sheera, setidakny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD