46 | Mas Anggit

2411 Words

"Sonya." Aku nggak menghiraukan Pak Anggit, aku terus jalan keluar dari restoran usai menuntut dia buat cerita bagaimana bisa dia sudah bertemu papaku, untuk apa, serta kapannya. Rupanya pertemuan itu baru saja terjadi tadi siang, nyaris di waktu yang sama aku bertemu dengan ibunya, makanya dia terlambat menyusul kami. Papa yang menghubungi dia lebih dulu, katanya Papa marah karena Pak Anggit mengaku-ngakui aku sebagai calon istrinya tanpa minta restu ke dua. Bukankah itu konyol sekali? Papa nggak ada saat aku sakit, saat aku menyelesaikan sekolahku setingkat demi setingkat, saat aku mengalami kegagalan demi kegagalan. Lalu, sekarang dia tiba-tiba muncul dan berlagak jadi orang ayah yang bertanggungjawab. Bagian yang paling membuatku nggak tahan adalah saat Pak Anggit cerita kalau Pap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD