Menjelang jam makan malam, aku sengaja berniat turun ke meja makan lebih awal, maksud hati ingin bantu-bantu agar terlihat seperti calon menantu idaman. Tapi itu hanya malah bikin aku bingung dan nyasar sebab ruang makan di rumah ini ternyata nggak cuma satu. Enggak tahu rumahnya yang terlalu besar atau aku lah keterlaluan kampungannya. Namun, berkat nyasar ini aku jadi sekalian bisa keliling-keliling rumah Pak Anggit. Tadi siang belum sempat karena Pak Anggit ada meeting dadakan, padahal ini hari libur. Sayangnya aku nggak bisa protes, kan. Bu Hartawan juga nggak nyamperin aku, seperti yang dia bilang sebelumnya, beliau menyuruh aku istirahat dulu. Aku hendak mendekat ke salah satu spot yang tadi langsung menarik perhatianku, yakni kolam renang super besar dengan air terjun kecil buatan

