Aku nggak ada riwayat jantung lemah, jadi kenapa telapak tanganku berkeringat saat ini, sudah pasti karena aku gugup setengah mati. Seingatku, terakhir kali aku segugup ini adalah saat interview di Nitiharta yang mana udah kayak kesempatan terakhir saking gagal melulu di interview-interview sebelumnya. Wanita paruh baya di depanku ini sangat cantik di usianya yang sepintas lebih tua dari mamaku. Wajahnya tampak sangat keibuan dengan pakaian yang terkesan sederhana. Kenapa aku bilang 'terkesan' sederhana? Karena meski gamisnya polosan nggak ada manik-manik atau taburan swaroski, aku yakin itu bukan produksi massal yang dijual di pasar-pasar. Hal itu sesuai sama merek tas dan kilauan dari perhiasan cincin dan gelang di tangannya. Bu Hartawan jelas paham betul bagaimana cara menunjukkan dia

