Aku tahu Mama sengaja menghindari aku karena saat aku tiba di rumah, dia sudah tidur di kamar tapi tetap menyiapkan makanan hangat dibawah tudung saji. Bertanya pada Putra pun percuma, dia bahkan nggak tahu Mama pergi karena pas dia pulang, Mama udah nggak di rumah. Entah lah, ini mungkin karena efek banyak pikiran, aku merasa Mama sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Sementara Putra, dia masih mendesak aku buat jujur siapa cowok ceking bermobil tadi. Lantaran Pak Anggit pakai jaket berlogo Nitiharta, Putra sempat mengira kalau Pak Anggit adalah supir perusahaan. Kalau dalam kondisi normal, aku pasti akan tertawa ngakak dan menoyor kepala Putra. Kurang ajar sekali CEO dikatai supir perusahaan. Namun, tadi aku malah mengiyakan saja, salah sendiri nggak punya potongan CEO. Terus Putra ta

